KOBARNEWS.ID, PANDEGLANG – Pemerintah Desa Karangsetra, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyiagakan mobil siaga desa untuk membantu warga mengakses layanan kesehatan secara gratis selama 24 jam.
Kepala Desa Karangsetra, Mahdar mengatakan, program tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan transportasi menuju puskesmas maupun rumah sakit.
“Mayoritas masyarakat kami dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, saya punya program mengadakan mobil siaga desa yang sumber dananya dari dana desa,” kata Mahdar, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, mobil siaga tidak hanya melayani kebutuhan transportasi di wilayah Kecamatan Koroncong, tetapi juga dapat mengantar pasien ke rumah sakit tingkat provinsi hingga Jakarta apabila diperlukan.
Mahdar menegaskan, kendaraan tersebut disiagakan selama 24 jam agar warga bisa mendapatkan bantuan transportasi ketika menghadapi kondisi darurat medis.
Untuk menunjang pelayanan, pemerintah desa menunjuk Holik sebagai operator sekaligus sopir. Sopir cadangan juga disiapkan agar pelayanan tetap berjalan ketika operator utama berhalangan.
“Kita siagakan 24 jam. Prioritasnya pelayanan kesehatan masyarakat. Jangan sampai warga terhambat ketika membutuhkan pertolongan darurat,” ujarnya.
Mahdar memastikan layanan mobil siaga tidak dipungut biaya. Meski begitu, sejumlah warga terkadang berinisiatif membantu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) secara sukarela.
Bantuan BBM tersebut berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dan langsung digunakan operator untuk mengisi bahan bakar kendaraan. Mahdar menegaskan, bantuan itu bukan tarif wajib bagi warga yang menggunakan layanan.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap gratis. Kalau untuk BBM, terkadang ada masyarakat yang berinisiatif membantu,” jelasnya.
Sementara itu, biaya perawatan kendaraan, termasuk penggantian oli dan kebutuhan pemeliharaan lainnya, hingga kini masih ditanggung secara pribadi oleh Mahdar. Ia berharap kendaraan tersebut selalu dalam kondisi layak agar siap digunakan saat dibutuhkan.
Pemerintah Desa Karangsetra juga berencana mengevaluasi pelayanan secara berkala untuk mengetahui kendala operasional dan menentukan langkah perbaikan.
Mahdar membuka ruang bagi masyarakat, termasuk ketua RT dan RW, Linmas, guru ngaji, serta kader posyandu, untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan program tersebut.
“Kita evaluasi dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Kita juga membutuhkan saran dari seluruh lapisan masyarakat supaya tahu kendala yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.
Melalui layanan ini, Pemerintah Desa Karangsetra berharap keterbatasan transportasi dan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk memperoleh pertolongan medis. (Red)





