Kobarnews.id, JAKARTA – Indeks Integritas Pendidikan Provinsi Banten 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menargetkan indeks tersebut terus naik hingga mencapai level adaptif.
Dimyati menyampaikan hal itu usai menghadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
“Alhamdulillah, skor kita sudah meningkat dari 70,56 pada tahun 2024 menjadi 71,88 di tahun 2026. Mudah-mudahan ke depan posisinya bisa naik menjadi adaptif,” kata Dimyati.
Dimyati menjelaskan Indeks Integritas Pendidikan memiliki lima tingkatan, yakni rentan, korektif, adaptif, kuat, dan tangguh. Saat ini, Banten masih berada pada kategori korektif.
Karena itu, dia mendorong seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan capaian tersebut hingga masuk kategori adaptif, bahkan kuat.
“Ini yang perlu dipacu bersama-sama supaya meningkat ke level adaptif. Syukur-syukur bisa menjadi kuat,” ujarnya.
Menurut Dimyati, penguatan integritas di sektor pendidikan bukan sekadar mengejar peningkatan angka indeks. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya berintegritas sekaligus mencegah praktik korupsi sejak dini.
“Kita perkuat dan jaga bersama-sama indeks itu. Tujuannya untuk menghilangkan budaya korupsi, kolusi, serta sikap main-main, dan mengubahnya menjadi budaya kerja yang berintegritas,” tegasnya.
Dia mengatakan pendidikan integritas perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk generasi yang mencintai bangsa dan negara. Upaya tersebut, kata dia, harus dimulai dari perencanaan yang matang dan dilanjutkan dengan kolaborasi berbagai pihak.
Pemprov Banten juga mendorong penguatan kurikulum muatan lokal yang berfokus pada pendidikan karakter.
“Melalui muatan lokal ini, kita ingin menjadikan anak-anak dan para guru berintegritas. Tujuannya agar lingkungan pendidikan menjadi wilayah yang bebas dari korupsi dan memiliki budaya kerja nyata yang baik. Tentunya, semua itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak,” jelas Dimyati.
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari ruang kelas. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi salah satu kunci untuk menekan tindak pidana korupsi di masa mendatang.
“Kalau ini sudah kita lakukan, mudah-mudahan bisa memperkuat budaya integritas, serta menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” ujar Setyo.
Setyo menyebut Indeks Integritas Pendidikan Nasional 2026 berada di angka 73,30 atau masuk kategori adaptif. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di level 69,50.
“Kita bersyukur skornya sudah cukup tinggi dan berada pada posisi adaptif,” pungkasnya. (Red)





