kobarnews.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
HukumInspirasiNasionalNewsPolitikViral

Janji Suyudi Ario Seto Sebelum Dilantik Jadi Kapolri: Tak Ada Pemaksaan Target hingga Buka Ruang Kritik

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Jenderal Pol Suyudi Aryo Seto saat dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bagikan

Kobarnews.id, JAKARTA – Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sebelum dilantik, Suyudi telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI.

Dalam uji kelayakan tersebut, Suyudi menyampaikan sejumlah komitmen apabila mendapat amanah memimpin Polri. Salah satunya memastikan anggota tidak dipaksa mencapai target dengan cara-cara yang melanggar hukum.

“Anggota tidak boleh dipaksa mencapai target dengan cara yang melanggar hukum. Sebaliknya, tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi pembenaran untuk memeras, menerima suap, mereka-reka perkara, atau menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang,” kata Suyudi dalam pemaparannya di hadapan Komisi III DPR RI.

Suyudi mengatakan dirinya ingin membangun budaya kerja di tubuh Polri yang sederhana, yakni tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang.

- Advertisement -
Ad image

“Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana: tidak ada ruang untuk berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang,” ujarnya.

Baca Juga:

Polda Banten Bongkar Dugaan Tambang Tanah Urug di Kasemen
Wagub Dimyati Beber Strategi Ketahanan Pangan Banten ke Peserta Sespimti Polri
Raker GMPK Banten, Bentuk Tim Kerja Pencegahan Korupsi
Metrologi Awasi Pos dan Jasa Ekspedisi, Konsumen Diminta Dapat Kepastian Layanan

Dia juga menyatakan siap dinilai berdasarkan hasil kerja, bukan sekadar janji. Suyudi berkomitmen mempertanggungjawabkan kepemimpinannya sesuai konstitusi, menjalani mekanisme pengawasan DPR, menghormati proses hukum, serta bekerja bersama lembaga pengawas.

“Saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji. Mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai konstitusi, menjalani mekanisme pengawasan DPR, menghormati proses hukum, bekerja bersama lembaga pengawas dan membuka ruang koreksi masyarakat,” tuturnya.

Menurut Suyudi, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab.

Baca Juga:

Pemprov Banten Gandeng PTPN IV Buka Lapangan Kerja, Warga Lokal Diprioritaskan
Kantor Pengadilan Tinggi Agama Banten di Serang Terbakar, 4 Ruangan Lantai 2 Dilalap Api
Bupati Lebak Minta PGRI Jadi Mitra Strategis, Kawal Kebijakan Pendidikan
Proyek Trotoar dan Drainase Sunan Kalijaga Baru 24 Persen, Rp4,68 Miliar Ditarget Rampung Desember

“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier. Jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Dia mengatakan keberhasilan Polri tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat maupun publikasi. Menurutnya, ukuran utama adalah dampak pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya ingin keberhasilan Polri dinilai bukan dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat atau publikasi, tetapi dari hal yang benar-benar dirasakan masyarakat: lebih aman, laporan lebih mudah diterima, pertolongan datang lebih cepat, perkara lebih pasti, korban terlindungi, hukum diterapkan adil, anggota berintegritas memiliki masa depan dan penyimpangan dapat dikoreksi tanpa harus menunggu viral,” ujarnya.

Suyudi juga menyampaikan gambaran Polri yang ingin dibangunnya. Dia berharap masyarakat, termasuk anak-anak, dapat melihat polisi sebagai sosok yang memberikan rasa aman.

- Advertisement -
Ad image

“Cita-cita saya sederhana. Ketika seorang anak melihat polisi, ia merasa aman, bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan,” ucapnya.

Dia juga menegaskan polisi harus mampu mendengar kritik masyarakat tanpa kehilangan kewibawaan.

Baca Juga:

Pejabat Samsat Cilegon Diduga Tinggalkan Kantor Sebelum Jam Kerja Usai
Musim Hujan Mundur, Banten Siapkan Rekayasa Cuaca
Kemenag Lebak Ingatkan PNS Cek Data Simpeg5: “Simpegmu adalah Nasibmu”
Limbah Triplek di Pabrik Ciginggang Lebak Terbakar, 2 Mobil Damkar Dikerahkan

“Ketika masyarakat menyampaikan kritik, polisi mampu mendengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ketika kejahatan mengancam, polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme,” imbuhnya.

Suyudi membawa visi ‘Polri Bersama Masyarakat’ dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Komisi III kemudian menyetujui Suyudi secara aklamasi sebagai calon Kapolri sebelum pengangkatannya disetujui dalam rapat paripurna DPR.

Dia pun merumuskan semangat kepemimpinannya melalui prinsip dekat dengan masyarakat, cepat memberikan pelayanan, adil dalam penegakan hukum, terbuka terhadap pengawasan dan adaptif menghadapi perubahan.

“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan,” kata Suyudi.

“Karena menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan,” pungkasnya. (Red/Ris)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya HUT ke-26 Banten, Pemprov Gelar Tablig Akbar Hadirkan Ustaz Das’ad Latif
Selanjutnya HUT ke-26 Banten, Andra Soni Ungkap Capaian Pembangunan: 7 Sekolah Baru hingga 7,2 Juta Warga Dapat CKG
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Kapolsek Malingping Cek Dapur MBG, Ingatkan Pekerja Jaga Kamtibmas

Dandim Pandeglang Pimpin Upacara Penerimaan 10 Personel Baru

Subdenpom Pandeglang Perkuat Sinergi Dengan PUPR

Bukan Sekadar HUT Banten, Pekan Kebudayaan Jadi Panggung Baru Seni Tradisi

Strategi Pemprov Banten 2027 Tekan Kemiskinan, Fokus SDM Unggul dan Infrastruktur

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Remaja 16 Tahun di Pandeglang Hilang, Naik Scoopy Merah

Daerah Pemerintahan

Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik, Dimyati Targetkan Level Adaptif

Daerah Hukum

Siswa SMPN 1 Rangkasbitung Belajar Tertib Lalu Lintas di Satpas Polres Lebak

Daerah News

Pohon Tumbang Tutup Jalan Rangkasbitung-Pandeglang, Lalu Lintas Macet

Daerah Hukum

Polres Serang Simulasikan Demo Anarkis, Dalmas hingga AWC Dikerahkan

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com