kobarnews.id
Senin, 2 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasDaerahInfrastrukturNewsPemerintahanViral

Mahasiswa Lebak Demo di KP3B, Bawa Pocong Soroti Proyek Bang Andra

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
2 November 2026
Bagikan
5 menit baca
Gerakan Moral Mahasiswa Kabupaten Lebak menggelar aksi di depan KP3B Serang menyoroti soal pembangunan "Bang Andra" di Labak.
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – Gerakan Moral Mahasiswa (GAMA) Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (2/11/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menutup akses gerbang Kantor Gubernur Banten hingga membawa replika makam dan sejumlah pocong.

Aksi teatrikal itu merupakan bentuk protes terhadap pelaksanaan program pembangunan jalan desa sejahtera atau Bang Andra. Mahasiswa menduga sejumlah proyek pembangunan jalan di Kabupaten Lebak dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan dalam dokumen kontrak.

Aksi treatikal GAMA dengan membawa dua makam dan belasan pocong bergelantungan di depan KP3B sebagai matinya kepercayaan dan banyak dugan permainan proyek “Bang Andra”

Koordinator Aksi GAMMA Kabupaten Lebak, Hudori, mengatakan pihaknya telah melakukan kajian dan investigasi lapangan terhadap sejumlah proyek pembangunan jalan yang dibiayai melalui program Bang Andra.

“Dari hasil kajian dan investigasi lapangan, kami menemukan sejumlah hal yang cukup ironis, mengecewakan, dan mengkhawatirkan. Kami menduga pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan spesifikasi maupun ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak kerja,” kata Hudori kepada wartawan, Senin (2/11/

- Advertisement -
Ad image

Salah satu proyek yang menjadi sorotan mahasiswa yakni pembangunan konektivitas Jalan Ruas Kubang-Mayak, akses SMKN 1, di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak.

Baca Juga:

Pemprov Banten Salurkan Bansos Rp 8,15 Miliar, 16.311 Keluarga Terima Bantuan
Kapolda Banten Turun ke Jalan, Ingatkan Pelajar: Jangan Jadi Gangster, Masa Depan Bukan di Jalanan!
ArenKula Nusantara Jadi Satu-satunya Wakil Lebak yang Masuk 10 Besar Jawara UMKM Banten 2026
Banjir Menghantui Lagi, Warga Permata Kasemen Tagih Janji Pengembang dan Desak Pemkot Serang Turun Tangan!

Proyek yang menghubungkan Desa Ciburuy hingga Desa Mayak itu memiliki nilai kontrak lebih dari Rp 11,8 miliar dan dikerjakan oleh CV Putra Indah Kredible.

Mahasiswa menduga pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Mereka juga mempertanyakan kesesuaian material dan kualitas hasil pembangunan dengan ketentuan dalam kontrak kerja.

Atas persoalan tersebut, GAMA Kabupaten Lebak menyampaikan tiga tuntutan kepada Gubernur Banten.

Baca Juga:

DPC PPP Kabupaten Serang Dukung Mardiono, Siap Satu Komando Jelang Pemilu 2029
Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda
Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga
Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD

Pertama, mahasiswa mendesak Gubernur Banten mengevaluasi pejabat utama di lingkungan DPUPR Banten, khususnya Kepala Bidang Bina Marga dan pejabat terkait. Mereka menilai ada dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

- Advertisement -
Ad image

Kedua, mahasiswa meminta pemutusan kontrak kerja dan rekomendasi blacklist terhadap perusahaan penyedia jasa apabila terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

Ketiga, mereka mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap pekerjaan pembangunan konektivitas ruas Kubang-Mayak, akses SMKN 1 Curugbitung, Kabupaten Lebak, tahun anggaran 2026.

Hudori mengatakan persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada DPUPR Banten melalui permohonan audiensi pada Mei 2026. Audiensi dengan jajaran Bidang Bina Marga disebut telah terlaksana pada 4 Juni 2026.

- Advertisement -
Ad image

“Kami tidak asal berbicara. Kami sudah melakukan kajian dan investigasi, bahkan meminta audiensi untuk mengetahui secara langsung bagaimana pelaksanaan pekerjaan, khususnya program Bang Andra di Kabupaten Lebak. Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang benderang,” ujarnya.

Selain menyoroti kualitas pekerjaan, mahasiswa juga mengungkap dugaan praktik jual beli paket proyek. Mereka menyebut adanya pihak-pihak tertentu yang diduga melakukan pengamanan terhadap aktivitas proyek.

Baca Juga:

Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia
Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup
Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api
Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029

Bahkan, menurut mahasiswa, nama calon pelaksana pekerjaan disebut telah beredar sebelum proses pengadaan resmi selesai.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penelusuran dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Hudori menegaskan pihaknya tidak menolak program Bang Andra. Mahasiswa justru berharap program pembangunan tersebut tetap dilanjutkan dengan pelaksanaan yang sesuai aturan.

“Kami berharap program ini tetap berjalan karena merupakan program yang baik. Namun, program yang baik harus dilaksanakan sesuai aturan, terutama ketentuan dalam dokumen kontrak kerja. Harapan kami ada evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap pejabat utama di lingkungan PUPR Banten,” tuturnya.

Respons DPUPR Banten

Sekretaris DPUPR Provinsi Banten, Rahmat Hidayat, merespons aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut. Dia menyebut penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

“Ya, itu kan bagian dari riak-riak demokrasi. Kita tanggapinya itu suatu hal yang lumrah. Itu juga bagian dari proses pembangunan yang ada di Provinsi Banten,” kata Rahmat seusai menemui mahasiswa.

Sekdis PUPR Provinsi Banten Rahmat Hidayat saat menemui para pendemo dari GAMMA Lebak.

Rahmat mengatakan berbagai hal yang disampaikan para pendemo akan dikaji lebih lanjut. Dia menyebut terdapat mekanisme untuk menyelesaikan persoalan apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Hal-hal lain yang diutarakan para pendemo nanti akan kita kaji. Misalkan ada yang kurang atau bagaimana, pasti ada mekanismenya untuk menyelesaikan hal tersebut,” ujarnya.

Dia juga menegaskan Pemprov Banten tidak akan membiarkan pekerjaan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Intinya, Pemerintah Provinsi Banten tidak akan membiarkan kegiatan-kegiatan yang di luar spek,” tegasnya.

Terkait tuntutan evaluasi, Rahmat menyebut hal tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Untuk evaluasi itu pasti akan kita lakukan karena itu juga bagian dari pengawasan. Kalau pengawasan dilakukan oleh internal kita, kalau oleh masyarakat, itu yang dilakukan tadi oleh para pendemo,” pungkasnya. (Red/Irfan)

 

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kapolda Banten Turun ke Jalan, Ingatkan Pelajar: Jangan Jadi Gangster, Masa Depan Bukan di Jalanan!
Selanjutnya Pemprov Banten Salurkan Bansos Rp 8,15 Miliar, 16.311 Keluarga Terima Bantuan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan

Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten

Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD

Dua UMKM Lebak Tembus 16 Besar Jawara Banten, Bidik Tiket 10 Besar!

Festival Kaibon Kota Serang 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Seni Budaya hingga UMKM Lokal

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Ratusan Pemotor Jelajahi Wisata Alam Banten, Rayakan HUT ke-26

Daerah Ekbis

Fasilitas Lengkap, Curug Goong Mandalawangi Tawarkan Glamping dan Camping Ground Komunal

Daerah Nasional

Pengurus PKB Pandeglang Dikukuhkan, Nawawi Desak Anggaran Pesantren dan Madrasah Ditambah

Daerah Nasional

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Muhaimin Iskandar Minta Kader Mulai Bergerak Menangkan Pemilu 2029

Daerah Ekbis

458 Mahasiswa USBR Diwisuda, Rektor: Kampus Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lebak

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com