Kobarnews.id, LEBAK – Nasib guru madrasah swasta kembali menjadi sorotan. Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Hikmah Cikulur, Deni Subhani, meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian para guru yang selama ini ikut mencerdaskan anak bangsa.
Salah satu yang disoroti adalah perlunya afirmasi yang adil bagi guru madrasah swasta untuk memperoleh kesempatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Aspirasi tersebut disampaikan Deni dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri Anggota DPD RI, Drs. H. Abdi Sumaithi, di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Deni, kontribusi guru madrasah swasta tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan hanya berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta memperkuat pendidikan agama bagi generasi muda.
Namun, besarnya pengabdian tersebut perlu diimbangi dengan perhatian nyata terhadap kesejahteraan dan masa depan para guru.
“Guru madrasah swasta juga memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, sudah selayaknya mereka mendapatkan perhatian dan kesempatan yang adil untuk memperbaiki kesejahteraan serta memperoleh kepastian status kepegawaian,” demikian inti aspirasi yang disampaikan Deni.
Ia berharap pemerintah membuka peluang yang adil bagi guru madrasah swasta, khususnya mereka yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Tentunya, kesempatan tersebut tetap harus mengacu pada persyaratan dan peraturan yang berlaku.
Deni juga meminta Abdi Sumaithi selaku anggota DPD RI agar meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait. Dengan begitu, persoalan kesejahteraan dan status kepegawaian guru swasta bisa menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional.
Menurutnya, perhatian terhadap guru swasta penting agar pengabdian mereka tidak berhenti pada tuntutan mencerdaskan bangsa, tetapi juga diiringi jaminan kesempatan yang lebih baik untuk masa depan.
Di sisi lain, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak sekadar dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan. Penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting untuk menumbuhkan karakter, toleransi, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
YPI Al-Hikmah Cikulur berharap penguatan nilai kebangsaan dapat berjalan seiring dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Sebab, guru yang mendapatkan perhatian dan kepastian masa depan akan memiliki ruang lebih besar untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa. (Red/Dian)





