Kobarnews.id, LEBAK – Pemkab Lebak, Banten, mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk program beasiswa santri pondok pesantren pada 2026. Sebanyak 100 santri dari 30 pondok pesantren ditetapkan sebagai penerima bantuan sebesar Rp 1 juta per bulan selama enam tahun.
Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, Kiai Ade Bujhaerimi, mengatakan beasiswa tersebut diberikan kepada santri berprestasi dan santri dari keluarga kurang mampu.
“Yang sudah di-SK-kan saat ini ada 100 santri dari 30 pondok pesantren di Lebak. Masing-masing pesantren mendapatkan kuota berbeda, ada yang dua santri, satu santri, dan ada juga yang lima santri,” kata Ade kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ade, program beasiswa ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan pesantren, terutama bagi santri yang memiliki prestasi akademik atau berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program tersebut. Pondok pesantren peserta harus memiliki lembaga pendidikan formal tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.
Sementara itu, calon penerima harus berprestasi atau berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5.
“Jadi, persyaratannya hanya itu saja. Alhamdulillah, kami mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah menggelontorkan anggaran Rp 1 miliar untuk beasiswa santri,” ujarnya.
Ade menjelaskan, bantuan Rp 1 juta per bulan selama enam tahun ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup santri selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Pemerintah daerah memberikan bantuan sekitar Rp 1 juta per bulan untuk biaya hidup santri di pondok pesantren selama enam tahun,” katanya.
Beasiswa Santri Lebak Mulai Direalisasikan 2026
Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan program beasiswa santri mulai direalisasikan pada 2026 dengan anggaran Rp 1 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi santri dari jenjang SMP hingga menyelesaikan pendidikan SMA.
“Mulai tahun ini kita siapkan Rp 1 miliar untuk santri berprestasi dan santri dari keluarga tidak mampu,” kata Amir saat ditemui dalam perayaan Hari Santri Nasional di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (22/10/2026).
Amir mengatakan proses penjaringan penerima beasiswa dilakukan melalui FSPP Kabupaten Lebak. Forum tersebut bertugas mengidentifikasi santri yang memenuhi kriteria untuk kemudian disalurkan ke sejumlah pondok pesantren.
“Beasiswa itu dijaring oleh FSPP, mana yang pantas disalurkan ke beberapa pesantren,” jelasnya.
Dia menambahkan, program beasiswa tersebut direncanakan berlanjut selama masa pemerintahan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama dirinya.
“Terus, sepanjang pemerintahan Hasbi-Amir lanjut,” ucapnya.
Adapun untuk pondok pesantren salafi, Pemkab Lebak saat ini memprioritaskan bantuan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
“Khusus untuk pesantren salafi itu masalah infrastruktur tempat. Itu kita fokuskan dulu bantuan untuk tempat,” pungkasnya. (Red/Dian)





