Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggelar Pameran Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) 2026 di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kekayaan sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat.
Pameran yang digelar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak itu merupakan bagian dari peringatan Hari Kebudayaan 2026 dan rangkaian Hari Jadi ke-198 Kabupaten Lebak.
Berbagai koleksi benda cagar budaya, dokumentasi sejarah, hingga informasi mengenai warisan budaya takbenda khas Lebak ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah dan tradisi yang menjadi identitas daerah.
Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Dr. Yosep M. Holis, S.Hut., M.T., M.Sc., mengatakan pameran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Menurutnya, pengenalan budaya kepada generasi muda menjadi langkah penting agar peninggalan sejarah dan tradisi lokal tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kabupaten Lebak, Alkadri, S.IP., M.Si., yang mewakili Bupati Lebak, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dia mengapresiasi penyelenggaraan pameran sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kekayaan budaya daerah.
“Melalui Museum Multatuli sebagai ikon sejarah, kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa Lebak memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan harus kita jaga bersama,” ujar Alkadri.
Dia menegaskan pelestarian cagar budaya dan warisan budaya takbenda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, diperlukan kesadaran bersama agar kekayaan budaya Kabupaten Lebak tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Pembukaan pameran ditandai dengan penampilan musik angklung. Setelah seremoni pembukaan, masyarakat dapat mengunjungi pameran untuk melihat berbagai koleksi dan informasi mengenai sejarah serta budaya Lebak.
Selain menjadi sarana edukasi sejarah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik Museum Multatuli sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengenal potensi budaya daerah.
“Pameran Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Lebak Tahun 2026 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan kekayaan budaya lokal,” pungkas Alkadri. (Red/Dian)





