Kobarnews.id, LEBAK – Mayoritas penduduk Kabupaten Lebak, Banten, tercatat memeluk agama Islam. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, jumlah pemeluk agama Islam mencapai 1.564.537 jiwa atau sebesar 98,98 persen dari total penduduk.
Meski didominasi umat Islam, Kabupaten Lebak tetap memiliki keberagaman agama dan kepercayaan yang menjadi bagian dari kekayaan sosial dan budaya masyarakat.
Berdasarkan data Disdukcapil Kabupaten Lebak, selain Islam, tercatat sebanyak 2.755 jiwa atau 0,17 persen beragama Kristen, 1.184 jiwa atau 0,07 persen beragama Katolik, serta 1.540 jiwa atau 0,09 persen memeluk agama Buddha.
Sementara itu, pemeluk agama Hindu tercatat sebanyak 13 jiwa, Konghucu 14 jiwa, dan masyarakat yang menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mencapai 10.480 jiwa atau 0,66 persen.
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Lebak, Asep Raedi, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa mayoritas masyarakat Kabupaten Lebak memang beragama Islam. Namun, terdapat pula masyarakat yang memeluk agama dan kepercayaan lainnya.
“Selain umat Islam, di Kabupaten Lebak juga terdapat masyarakat yang memeluk agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta masyarakat adat Baduy yang menganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Asep kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Mari terus merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Lebak yang damai dan harmonis,” ungkapnya.
Asep berharap, seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga sikap saling menghargai serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Berbeda dalam keyakinan, tetapi tetap bersatu dalam kemanusiaan. Dengan semangat toleransi dan kebersamaan, kondusivitas serta kerukunan masyarakat Kabupaten Lebak diharapkan terus terjaga. (Red/Himat)





