Kobarnews.id, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan menindak tegas praktik mafia beras yang diduga memainkan harga di pasaran. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi masyarakat dari permainan harga pangan.
Komitmen itu disampaikan Amran usai bertemu dengan para pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sejumlah organisasi kepemudaan di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
“Hari ini kami bertemu dengan para pemuda Indonesia. Kami menyampaikan berbagai capaian pemerintah, khususnya di sektor pertanian. Tetapi yang paling penting, satu sampai dua minggu ke depan kami akan memberantas mafia beras sesuai instruksi Presiden,” kata Amran kepada wartawan.
Amran mengungkapkan, di tengah keberhasilan pemerintah mendorong swasembada beras, pihaknya masih menemukan praktik curang yang merugikan masyarakat. Modusnya, beras kualitas biasa dipoles dengan perlakuan sederhana, seperti penambahan vitamin B2 agar tampak lebih menarik, lalu dipasarkan sebagai beras premium dengan harga jauh lebih tinggi.
Akibat praktik tersebut, kata dia, masyarakat harus membeli beras dengan selisih harga mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, padahal kualitasnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.
“Ini terlalu kejam. Mereka merampas hak rakyat. Ada beras biasa yang dijual dengan selisih harga Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Padahal kualitasnya tidak berubah signifikan,” tegasnya.
Amran menegaskan, pemerintah telah mengantongi data pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia beras. Proses penindakan, lanjutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat tanpa pandang bulu.
“Dalam satu sampai dua minggu ke depan akan kami tindak. Tidak ada kompromi bagi pihak yang memainkan harga beras dan merugikan masyarakat,” tandas Amran. (Red)

