Kobarnews.id, SERANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.
Sekretaris Disperindag Provinsi Banten, Dr. TB Regiasa Fajar, MM, mengatakan upaya menjaga stabilitas harga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan, termasuk kondisi perdagangan dalam dan luar negeri.
“Strateginya tentu harus melihat perkembangan lainnya, termasuk perkembangan perdagangan luar dan dalam negeri,” kata Regiasa Fajar mewakili Kadispridag Banten Iwan Hermawan kepada wartawan, Rabu (16/9/2026)
Menurutnya, penguatan sektor perdagangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat. Disperindag juga terus mendorong berbagai program yang dapat membantu masyarakat ketika terjadi kenaikan harga.
Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah. Regiasa mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan dan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Pasar murah kemarin sudah dilakukan,” ujarnya.
Selain pasar murah, Disperindag Banten juga melakukan pembinaan dan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Menurut Regiasar, kolaborasi antarlembaga diperlukan agar berbagai persoalan di sektor perdagangan dapat ditangani secara lebih efektif.
Dia menambahkan, pihaknya juga tengah menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya belum tuntas. Dengan dukungan tim kolaborasi, penyelesaian pekerjaan tersebut diharapkan dapat dilakukan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, dengan bantuan tim kolaborasi mungkin bisa selesai dalam jadwal tersebut,” katanya.
Regiasa Fajar berharap penguatan koordinasi dan program perdagangan dapat meningkatkan kinerja Disperindag Banten sekaligus mendukung pengendalian harga kebutuhan pokok di masyarakat. (Haris/Danu)



