Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni memotivasi 4.966 calon mahasiswa baru Universitas Bina Bangsa (Uniba) agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Ia mendorong generasi muda memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang.
Hal itu disampaikan Andra saat membuka Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) di Uniba Convention Center (UCC), Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (16/9/2026).
“Saya ingin mahasiswa Banten menjadi generasi yang tidak mudah menyerah, tidak cepat merasa puas, terbuka terhadap perubahan, dan selalu melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh,” kata Andra.
Andra mengatakan pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengatasi kesulitan hidup. Karena itu, dia mendorong anak-anak di Banten, termasuk dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
Menurut Andra, dorongan tersebut tidak terlepas dari pengalamannya. Dia mengaku pernah kesulitan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA sekitar 1995.
“Kala itu, seusai lulus SMA sekitar tahun 1995, saya tidak bisa langsung kuliah. Sementara teman-teman lainnya, karena orang tuanya mampu, mereka bisa melanjutkan kuliah di kampus-kampus ternama,” ujarnya.
Andra kemudian memilih bekerja sambil mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Setahun kemudian, dia mendaftar ke perguruan tinggi yang biaya kuliahnya terjangkau dan bisa dicicil.
“Pokoknya yang penting bisa kuliah. Namun, karena kondisi politik saat itu sedang bergejolak, akhirnya kuliah saya tertunda dan hanya bisa sampai D-4,” katanya.
Meski sempat tertunda, keinginan Andra untuk melanjutkan pendidikan tak surut. Pada 2019, dia menyelesaikan pendidikan strata satu (S-1). Kemudian pada 2023, Andra meraih gelar magister (S-2). Saat ini, dia masih menempuh pendidikan doktor (S-3).
“Semua itu terwujud karena motivasi kuat saya untuk keluar dari kemiskinan,” tegasnya.
Kini, Andra mengaku bertekad memastikan masyarakat Banten mendapatkan akses pendidikan tinggi yang mudah dan terjangkau. Dia pun mengapresiasi Uniba yang dinilai telah berperan memberikan akses pendidikan bagi masyarakat Banten.
Andra juga meminta perguruan tinggi mendorong mahasiswa memiliki growth mindset. Menurutnya, kemampuan seseorang dapat terus berkembang melalui proses belajar, kerja keras, pengalaman, serta keberanian menghadapi tantangan.
Selain kemampuan akademik, dia menilai mahasiswa perlu memperkuat soft skill, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
“Adik-adik mahasiswa harus memahami prinsip lifelong learning (belajar sepanjang hayat). Di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berinteraksi, selalu ada sesuatu yang dapat kita pelajari,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKBM Hadi Kurniawanto mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari dan diikuti 4.966 calon mahasiswa baru.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan agar mahasiswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan sistem pendidikan di perguruan tinggi,” kata Hadi.
PKKBM tahun ini mengusung tema “Menguatkan Budaya Akademik dan Nasionalisme dalam Akselerasi Inovasi Berdampak bagi Pembangunan Bangsa”.
Turut hadir Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Muhammad Najib, Dewan Pembina Yayasan Uniba Furtasan Ali Yusuf, Ketua Yayasan Uniba Sakti Handayani, Rektor Uniba Bambang Dwi Suseno, serta jajaran sivitas akademika. (Red/Ris)




