kobarnews.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsPemerintahanViral

Perkuat Ketahanan Pangan, Lebak Bentuk Tim Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Baru

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
20 Oktober 2026
Bagikan
2 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan membentuk Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru (PIB). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus melindungi kesehatan hewan dan masyarakat.

Pertemuan pembentukan Tikorda tersebut digelar di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Selasa (20/10/2026). Pembentukan tim ini dinilai penting seiring berkembangnya industri perunggasan di Kabupaten Lebak.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyambut baik pembentukan forum koordinasi tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari aspek kesehatan hewan dan lingkungan.

Dia menegaskan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan industri peternakan berkembang secara berkelanjutan sekaligus mendukung ketersediaan pangan yang aman bagi masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Dalam kesempatan itu, Amir juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat agar kembali memberikan insentif bagi usaha peternakan di daerah.

Baca Juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla
Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan
Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar
Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

Menurutnya, insentif tersebut penting agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut merasakan manfaat ekonomi serta nilai tambah dari keberadaan sentra peternakan.

“Mari bersama-sama kita sukseskan program ini demi mewujudkan industri perunggasan yang tangguh, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Lebak,” kata Amir.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, mengatakan Kabupaten Lebak memiliki peran strategis dalam sektor peternakan nasional. Hal itu sejalan dengan besarnya aktivitas industri perunggasan di wilayah tersebut.

Baca Juga:

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Dia menilai penguatan kesehatan hewan, khususnya di sektor perunggasan, perlu menjadi prioritas. Upaya tersebut harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan surveilans, deteksi dini penyakit, penerapan biosekuriti yang ketat, serta jaminan keamanan pangan asal hewan.

- Advertisement -
Ad image

Selain itu, komunikasi risiko kepada masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran zoonosis maupun penyakit infeksius baru.

Melalui pembentukan Tikorda, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin kuat dalam mencegah serta mengendalikan zoonosis dan penyakit infeksius baru, sekaligus menjaga keberlanjutan industri perunggasan dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. (Red/Dian)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kabel Fiber Optik Semrawut di Pandeglang Dikeluhkan Warga
Selanjutnya Polres Lebak Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa

Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi

Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Budaya Daerah

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Daerah News

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Daerah News

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

Daerah News

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com