Kobarnews.id, PANDEGLANG – Tim sepak bola usia 11 tahun asuhan Sekolah Sepak Bola (SSB) Badak Muda FC Kabupaten Pandeglang berhasil meraih juara kedua dalam ajang Liga Anak Indonesia yang digelar di Kota Cilegon. Prestasi tersebut diraih setelah tim asal Pandeglang itu menghadapi Bina Mukti Kabupaten Lebak 2-0 pada partai final kategori usia 11 tahun, Minggu (17/10/2026).
Pelatih SSB Badak Muda FC Pandeglang, Muhamad Rayhan, mengatakan pembinaan pemain dilakukan melalui latihan rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Minggu. Selain itu, pihaknya juga menggelar latihan tambahan untuk kelompok usia 12 dan 13 tahun ketika ada event dan kejuaraan.
Menurut Rayhan, pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam mencetak pemain sepak bola berbakat yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Namun, ia berharap prestasi yang diraih para pemain muda tersebut mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, khususnya melalui dinas pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) yang membidangi Bidang Kepemuda dan olahraga.

Rayhan menyebut, perhatian terhadap pemain berbakat sebenarnya sudah mulai diberikan. Sejumlah pemain bahkan pernah mendapat kesempatan mengikuti seleksi ke klub-klub sepak bola di Jakarta, termasuk Persija.
“Sudah ada beberapa pemain yang mendapat perhatian dan diikutkan seleksi ke klub, misalnya ke Persija. Itu sudah ada sejak 2020, tetapi memang belum menyeluruh di SSB Badak Muda,” ujar Rayhan kepada wartawan, Minggu (17/10/2026) melalui telepon selulernya.
Ia berharap dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Pandeglang dapat terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak pemain potensial yang mendapat kesempatan mengembangkan kemampuannya.
Selain dukungan pembinaan pemain, Raihan juga menyoroti kondisi lapangan stadion Badak Pandeglang yang digunakan untuk latihan. Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan revitalisasi rumput lapangan di Stadion Badak Pandeglang agar lebih layak digunakan untuk kegiatan latihan.
Menurutnya, kondisi rumput lapangan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas latihan para pemain. Terlebih, perubahan musim dari hujan ke kemarau turut memengaruhi kondisi lapangan sehingga sejumlah bagian rumput mengalami kerusakan.
“Saya berharap rumput di Stadion Badak Pandeglang bisa direvitalisasi karena sangat penting untuk menunjang kegiatan latihan. Pergantian musim dari hujan ke kemarau juga berpengaruh terhadap kondisi lapangan, sehingga rumputnya banyak yang rusak,” tuturnya.
Rayhan berharap prestasi juara kedua Liga Anak Indonesia tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan sepak bola usia dini, baik melalui dukungan terhadap pemain berbakat maupun perbaikan fasilitas latihan. (Red/Irfan)





