Kobarnews.id – TikTok Shop semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai tempat berbelanja online. Platform social commerce milik TikTok itu kini menjadi salah satu pilihan utama konsumen, bahkan dinilai mampu bersaing dengan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.
Melalui TikTok Shop, pengguna maupun kreator dapat mempromosikan sekaligus menjual produk secara langsung lewat konten video maupun fitur siaran langsung (live streaming).
Salah seorang pengguna, Rina Hadi, mengaku lebih sering berbelanja melalui TikTok Shop meski juga menggunakan Shopee. Menurutnya, proses mencari produk di TikTok Shop lebih praktis dan harga yang ditawarkan cenderung lebih kompetitif.
“Saya lebih sering belanja di TikTok Shop karena lebih mudah menemukan barang yang dicari. Saat live streaming juga banyak produk yang harganya lebih murah,” ujar Rina.
Ia menilai promo yang ditawarkan saat siaran langsung, seperti potongan harga, gratis ongkos kirim, hingga sistem pembayaran cash on delivery (COD), menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Sebaliknya, Rina mengaku beberapa kali kecewa saat berbelanja di Shopee. Menurutnya, kualitas barang yang diterima tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.
Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan harga yang ditampilkan pada halaman pencarian dengan harga setelah produk dipilih.
“Di keranjang tertulis Rp15 ribu, tetapi setelah diklik ternyata harga aslinya Rp28 ribu. Menurut saya itu cukup membingungkan,” katanya.
Rina juga membandingkan total biaya belanja di kedua platform. Berdasarkan pengalamannya, pembelian dua item masker di TikTok Shop dikenai biaya sekitar Rp51.108, sudah termasuk gratis ongkir dan kupon senilai Rp9.376.
Sementara untuk produk yang sama di Shopee, total pembayaran mencapai sekitar Rp58.520 setelah ditambah ongkos kirim dan biaya layanan.
Selain faktor harga, TikTok Shop dinilai memiliki keunggulan karena terintegrasi dengan platform media sosial. Pengguna dapat menemukan produk saat menikmati konten hiburan, sehingga proses belanja berlangsung lebih alami melalui rekomendasi kreator maupun penjual saat live streaming.
Berbeda dengan marketplace konvensional yang umumnya dikunjungi pengguna dengan tujuan khusus untuk mencari barang tertentu, TikTok menggabungkan hiburan dan aktivitas belanja dalam satu aplikasi.
Berdasarkan laporan riset Insider Intelligence, jumlah pengguna aktif TikTok di Asia Tenggara mencapai sekitar 135 juta akun. Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar TikTok dengan sekitar 113 juta pengguna, sehingga menjadi pasar potensial bagi perkembangan TikTok Shop. (Red)




