kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahEkbisKobar ManiaNewsViral

Aktivitas Anak Krakatau Warnai Penyeberangan Merak-Bakauheni, Penumpang Tetap Berlayar

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
13 September 2026
Bagikan
6 menit baca
Kapal laut di penyeberangan Merak-Bakauheni tidak terganggu aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Bagikan

Kobarnews.id, CILEGON – Aktivitas Gunung Anak Krakatau mewarnai perjalanan penyeberangan Merak-Bakauheni pada awal September 2026. Langit di kawasan Selat Sunda tampak kelabu dan abu vulkanik mulai terlihat di sejumlah area pelabuhan.

Meski kondisi alam berubah, aktivitas penyeberangan tetap berlangsung. Kendaraan dan penumpang tetap dilayani, sementara awak kapal menjalankan tugas sesuai prosedur keselamatan.

Kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri bagi pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Sebab, pelayanan penyeberangan tidak hanya diukur dari kapal yang berangkat dan tiba, tetapi juga bagaimana penumpang mendapat informasi dan perlindungan ketika terjadi perubahan situasi.

Abu vulkanik terlihat mengikuti arah angin. Sebagian abu juga menempel pada permukaan kapal dan kendaraan yang berada di kawasan pelabuhan.

- Advertisement -
Ad image

Bagi sebagian penumpang, kondisi tersebut tidak terlalu mengganggu perjalanan. Namun, ada pula penumpang yang harus menghadapi perubahan rencana setelah tiba di pelabuhan.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Pengalaman Martiani dan 3 Anaknya

Salah satunya dialami Martiani, warga Padang. Dia menyeberang dari Bakauheni menuju Merak menggunakan mobil bersama tiga anaknya.

Tujuan akhir perjalanan mereka adalah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Perjalanan laut awalnya berjalan normal hingga kapal tiba di Merak. Namun, setelah sampai, pelabuhan ditutup karena pengaruh aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Martiani kemudian membagikan pengalaman tersebut melalui media sosial miliknya.

- Advertisement -
Ad image

Bagi Martiani, tibanya kapal di Merak belum berarti perjalanan selesai. Dia masih harus melanjutkan perjalanan darat bersama ketiga anaknya menuju Rangkasbitung.

Penutupan pelabuhan membuat rencana perjalanan keluarga tersebut harus disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa perubahan operasional di pelabuhan dapat berdampak langsung terhadap penumpang.

- Advertisement -
Ad image

Bukan hanya keluarga yang membawa anak-anak. Perubahan kondisi juga dapat memengaruhi pekerja yang mengejar waktu, pengemudi yang membawa barang, hingga masyarakat yang harus segera mencapai tujuan.

Penumpang Lain Merasakan Kondisi Berbeda

Pengalaman berbeda dirasakan Suyoto, penumpang asal Lampung yang hendak menuju Cianjur.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Menurut pengalamannya, perjalanan menuju pelabuhan berjalan lancar. Abu vulkanik juga tidak mengganggu perjalanan yang dilaluinya.

Sementara itu, Dalia, penumpang dari Kedaton, memilih jalur laut setelah penerbangannya terganggu akibat abu erupsi.

Penyeberangan menjadi alternatif bagi Dalia untuk tetap melanjutkan aktivitasnya. Dia merasakan pelayanan berjalan lancar dan kapal tetap beroperasi seperti biasa.

Pengalaman para penumpang tersebut menunjukkan dampak aktivitas Anak Krakatau tidak dirasakan sama oleh setiap orang.

Ada yang tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa kendala berarti. Ada yang harus mengubah rencana, dan ada pula yang menghadapi ketidakpastian setelah tiba di pelabuhan.

Karena itu, kondisi operasional yang disebut normal belum tentu berarti seluruh penumpang mengalami perjalanan tanpa persoalan.

Bagi operator, kapal yang tetap berlayar menunjukkan sistem transportasi masih berjalan. Namun bagi penumpang, kepastian perjalanan juga berkaitan dengan informasi, perlindungan dan respons petugas ketika kondisi berubah.

Merak-Bakauheni Jadi Jalur Penting

Lintasan Merak-Bakauheni merupakan salah satu jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Setiap hari, lintasan tersebut digunakan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari sopir truk, pedagang, pekerja, keluarga hingga penumpang yang melakukan perjalanan antardaerah.

Bagi sopir dan pelaku distribusi, waktu perjalanan berkaitan dengan jadwal pengiriman dan penghasilan. Sementara bagi keluarga, perjalanan menggunakan kapal menjadi bagian dari rangkaian perjalanan menuju tempat tujuan.

Karena itu, gangguan pada layanan penyeberangan dapat berdampak lebih luas daripada sekadar keterlambatan perjalanan.

Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya kesiapan operator menghadapi situasi tidak biasa, termasuk aktivitas vulkanik, cuaca ekstrem maupun gangguan lainnya.

Teknologi dan Peran Petugas

Dalam pelayanan penyeberangan, digitalisasi juga menjadi bagian penting. Salah satunya melalui Ferizy yang digunakan untuk pembelian tiket dan membantu pengaturan perjalanan penumpang serta kendaraan.

Namun, teknologi tidak sepenuhnya menggantikan peran petugas di lapangan.

Dalam situasi tertentu, penumpang tetap membutuhkan informasi secara langsung. Lansia, keluarga dengan anak kecil, pengemudi maupun penumpang yang melihat kondisi abu vulkanik dapat membutuhkan penjelasan mengenai situasi terkini.

Karena itu, petugas menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada penumpang.

Informasi yang jelas dan konsisten juga diperlukan ketika terjadi perubahan kondisi.

Penumpang pada dasarnya membutuhkan informasi sederhana mengenai dampak aktivitas vulkanik terhadap perjalanan, apakah kapal tetap beroperasi, apa yang harus dilakukan dan bagaimana kelanjutan perjalanan jika terjadi penutupan pelabuhan.

Informasi tersebut dapat disampaikan melalui aplikasi atau layanan digital, media sosial resmi, layar informasi di pelabuhan maupun petugas di lapangan.

Kecepatan pembaruan informasi menjadi penting karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa pelayanan transportasi tidak hanya berbicara mengenai kelancaran perjalanan.

Ketika kondisi alam berubah, keselamatan penumpang menjadi faktor utama.

Kesiapan seperti ketersediaan masker, tempat berlindung, perhatian terhadap anak-anak dan lansia, serta pemahaman petugas terhadap prosedur kondisi darurat menjadi bagian dari upaya perlindungan penumpang.

Pengalaman penumpang juga dapat menjadi bahan evaluasi pelayanan. Mulai dari proses pembelian tiket, masuk pelabuhan, menunggu keberangkatan, berada di kapal hingga tiba di tujuan.

Pengalaman Martiani bersama tiga anaknya menjadi salah satu contoh bahwa perjalanan penyeberangan tidak berhenti ketika kapal merapat di dermaga.

Bagi penumpang, perjalanan baru benar-benar selesai setelah mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan aman menuju tujuan akhir.

Kapal memang menghubungkan dua pulau. Namun bagi penumpang di dalamnya, perjalanan tersebut berkaitan dengan pekerjaan, keluarga, distribusi barang dan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.

Ketika langit Selat Sunda berubah kelabu akibat aktivitas Anak Krakatau, kebutuhan penumpang menjadi semakin jelas: keselamatan terjaga, informasi tersedia dan kepastian perjalanan diberikan.

Dengan kondisi tersebut, pelayanan penyeberangan tidak hanya dinilai dari apakah kapal tetap berlayar, tetapi juga dari bagaimana operator memastikan penumpang tetap terlindungi ketika situasi berubah. (Haris/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Hari Keenam, SAR Kerahkan 15 Kapal Cari 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
Selanjutnya Polsek Panggarangan Salurkan Air Bersih untuk 120 KK Terdampak Kemarau di Lebak
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com