Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya terlihat dari angka. Pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ekonomi Banten tercatat tumbuh 5,49% pada Triwulan II 2026. Pemprov Banten akan mengoptimalkan pertumbuhan tersebut untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, memperkuat sektor usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini menjadi modal optimisme yang harus kita jaga,” ujar Andra Soni saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di Kantor Perwakilan BI Banten, Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengukuhkan Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan BI Banten. Sofwan menggantikan Ameriza M. Moesa yang mendapat tugas baru di Sumatera Utara.
Andra mengatakan tren pertumbuhan ekonomi Banten menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kuat. Pada 2024, ekonomi Banten tumbuh 4,79%. Pertumbuhan kemudian meningkat menjadi 5,37% pada 2025 dan kembali naik menjadi 5,49% pada Triwulan II 2026.
Meski demikian, Andra meminta capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berkualitas dan bersifat inklusif.
“Pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor-sektor potensial,” katanya.
Realisasi investasi Banten pada 2025 mencapai Rp 130,2 triliun. Angka tersebut melampaui target Rp 119,5 triliun dan menempatkan Banten di peringkat keempat secara nasional.
Investasi tersebut juga menyerap sekitar 214 ribu tenaga kerja.
Sejumlah sektor ekonomi turut mencatat pertumbuhan tinggi. Pada Triwulan I 2026, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 17,88%. Kemudian sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 13,84%.
Sementara sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29%.
Andra Minta Sinergi dengan BI Diperkuat
Andra menilai sinergi dengan Bank Indonesia diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Banten. BI diharapkan terus memberikan dukungan melalui data, kajian, proyeksi, dan perspektif kebijakan.
“Hubungan kerja ini harus menjadi kemitraan strategis,” ujarnya.
Menurut Andra, kemitraan tersebut tidak boleh berhenti pada koordinasi. Hasil kajian ekonomi harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret dan dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Sejumlah agenda yang perlu diperkuat antara lain pengendalian inflasi, menjaga ketersediaan pangan, penguatan UMKM, digitalisasi transaksi pemerintah daerah, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
“Seluruhnya harus bergerak dalam satu ekosistem ekonomi Banten. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Banten,” tegas Andra.
Andra juga mengucapkan selamat kepada Sofwan Kurnia yang kini menjabat Kepala Perwakilan BI Banten. Dia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat semakin memperkuat kerja sama antara BI dan Pemprov Banten.
BI Sebut Ekonomi Banten Solid
Sementara itu, Sofwan Kurnia mengatakan fundamental ekonomi Banten saat ini berada dalam kondisi solid. Pertumbuhan ekonomi Banten disebut konsisten berada di atas rata-rata nasional selama enam triwulan terakhir.
Menurut Sofwan, inflasi Banten juga masih terkendali. Selain itu, prospek investasi di Banten dinilai cukup menjanjikan.
BI Banten, kata Sofwan, akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Banten. Dukungan akan diarahkan pada pengembangan sektor potensial dan pembukaan peluang pembiayaan kreatif untuk proyek strategis daerah.
“Kalau dilihat dari sisi ekonomi, peluang, dan tantangan, Banten saat ini ekonominya cukup solid. Inflasinya terkendali, pertumbuhan ekonominya terus di atas nasional, dan investasinya dalam tiga tahun terakhir termasuk yang sangat prospektif sehingga Banten sangat menarik untuk menjadi destinasi investasi,” pungkasnya. (Red/Ris)




