Kobarnews.id, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menutup Workshop Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Kabupaten Pandeglang 2026 di Hotel Horison Altama Pandeglang, Jumat (31/7/2026) sore. Dewi menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melahirkan inovasi di bidang pendidikan.
Penutupan kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Dalam sambutannya, Dewi mengapresiasi Disdikpora, dewan juri, panitia, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan pelaksanaan Apresiasi GTK 2026.
Menurut Dewi, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Pandeglang dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi dan karya.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan kategori Guru dan Tenaga Kependidikan Transformatif serta Dedikatif yang akan mewakili Kabupaten Pandeglang pada ajang Apresiasi GTK Tingkat Provinsi Banten.
“Prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah teladan, terus berbagi praktik baik, menularkan semangat inovasi, dan menginspirasi guru-guru lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Dewi.
Dalam kegiatan tersebut, penghargaan diberikan kepada pendidik terbaik kategori Guru dan Tenaga Kependidikan Transformatif, mulai dari Guru TK, Kepala TK, Guru SD, Kepala SD, Guru SMP, hingga Kepala SMP.
Penghargaan juga diberikan pada kategori GTK Dedikatif yang meliputi Kepala TK, Guru SD, Kepala SD, Guru SMP, dan Kepala SMP.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan Apresiasi GTK bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga tempat berbagi pengalaman dan memperkuat budaya inovasi di kalangan pendidik.
“Kami berharap hasil Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan 2026 tidak berhenti pada penetapan para pemenang. Inovasi, kreativitas, dan praktik baik yang lahir dari kegiatan ini harus terus diterapkan sehingga menjadi budaya kerja seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Pandeglang,” kata Sutoto. (Riyan)


