Kobarnews.id, LEBAK – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Sudirman, menghadiri kegiatan Training of Trainers (TOT) dan Sertifikasi Nasional Mu’allim Qur’an dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Aula Multatuli, Pemerintah Kabupaten Lebak, Sabtu (10/10/2026).
Sudirman hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak. Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an (LPQQ) Kabupaten Lebak itu bertujuan meningkatkan kompetensi pengajar Al-Qur’an sekaligus mendukung gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Sudirman mengapresiasi penyelenggaraan TOT dan sertifikasi nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pengajar Al-Qur’an dan memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.
Dia menjelaskan, gerakan LPQQ memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memberantas buta aksara Al-Qur’an dengan memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.
Kedua, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru mengaji atau mu’allim. Menurut Sudirman, upaya membangun masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an harus disertai peningkatan kompetensi serta perhatian terhadap kesejahteraan para pengajar.
Ketiga, menjadi wadah kolaborasi bagi aktivis Muslim, santri, tokoh pesantren, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam mengembangkan dakwah Al-Qur’an.
Dia berharap gerakan tersebut mengedepankan pendekatan bil hikmah wal mau’izhah hasanah, yakni menyampaikan dakwah dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik.
Sudirman juga menyoroti persoalan buta aksara Al-Qur’an yang perlu mendapat perhatian bersama. Dalam sambutannya, dia menyebut angka 62,35 persen sebagai gambaran persoalan tersebut secara nasional.
“Semoga dengan hadir dan berkembangnya LPQQ di Kabupaten Lebak, kita dapat bersama-sama mengentaskan buta aksara Al-Qur’an. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang merasa terlambat untuk belajar membaca Al-Qur’an, baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun para lansia,” ujar Sudirman.
Dia berharap pelaksanaan TOT dan sertifikasi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Para peserta diharapkan mampu menjadi mu’allim dan guru PAI yang kompeten, profesional, serta dapat mengajarkan Al-Qur’an dengan metode yang tepat dan mudah dipahami masyarakat.
Sudirman juga mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan gerakan Lebak Cinta Qur’an.
“Melalui sinergi dan komitmen bersama, kita berharap Kabupaten Lebak semakin dekat dengan Al-Qur’an, melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, serta mewujudkan masyarakat yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, LPQQ diharapkan dapat memperkuat pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Lebak sekaligus meningkatkan standar kompetensi para pengajarnya. Gerakan Lebak Cinta Qur’an pun diharapkan semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. (Red/Dian)





