Kobarnews.id, TANGERANG – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggenjot investasi bernilai tambah tinggi di tiga sektor strategis, yakni kesehatan, perhotelan, dan pendidikan tinggi.
Langkah tersebut dibahas dalam forum investasi bertajuk Developing Digital Infrastructure High-Value Chains yang digelar BKPM bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten di Hotel DoubleTree, Kota Tangerang Selatan, Senin (12/10/2026).
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Banten memiliki sejumlah kawasan industri dan pusat ekonomi yang potensial untuk menarik investor. Kawasan tersebut meliputi BSD, Lippo, dan Sedayu di Tangerang Raya, kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Dimyati, Pemprov Banten terus memperkuat infrastruktur pendukung investasi, mulai dari penyediaan lahan, kemudahan perizinan, hingga jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor.
“Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah,” ujar Dimyati.
Dia menambahkan, Banten telah memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD, Kabupaten Tangerang, sejak 2024. Kawasan tersebut dikembangkan untuk mendukung sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, serta ekonomi kreatif dan digital.
Tanjung Lesung Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Dimyati menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengembangan destinasi dan fasilitas terjun payung (skydiving) berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung. Fasilitas itu ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Dimyati meyakini pengembangan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pandeglang, terutama melalui sektor pariwisata.
Dia juga menyoroti pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan rampung pada 2027. Infrastruktur itu diharapkan dapat memangkas hambatan akses menuju kawasan wisata Tanjung Lesung.
“Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten,” katanya.
Investasi Kesehatan Banten Tembus Rp 12,7 Triliun
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno menyebut Banten memiliki posisi strategis untuk pengembangan investasi karena ditunjang infrastruktur dan akses transportasi.
Dia memaparkan, realisasi investasi di sektor kesehatan Banten sejak 2025 mencapai Rp 12,7 triliun. Pada semester I 2026, investasi sektor tersebut tercatat Rp 1,9 triliun atau meningkat Rp 800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sektor perhotelan, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinilai menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Pengembangan infrastruktur menuju KEK Tanjung Lesung juga diharapkan memperkuat daya tarik pariwisata Banten.
Adapun di sektor pendidikan tinggi, Banten memiliki Monash University Indonesia yang berlokasi di kawasan BSD, Kabupaten Tangerang.
“Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia,” ujar Riyatno.
Riyatno juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Banten pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut turut ditopang oleh investasi yang menempatkan Banten dalam lima besar provinsi dengan realisasi investasi nasional.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan pelaku usaha, BKPM optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai.
“Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai,” tutup Riyatno. (Red/Rez)





