Kobarnews.id, JAKARTA – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mendorong pemberdayaan masyarakat adat Baduy dilakukan secara terpadu, mulai dari penguatan ekonomi, akses kesehatan dan pendidikan, hingga pelestarian budaya serta lingkungan adat.
Hal itu disampaikan Amir dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Adat Baduy di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).
Rapat tersebut membahas strategi pemberdayaan masyarakat adat Baduy melalui sejumlah sektor, di antaranya kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pengelolaan hutan adat, dan pertanian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.
Amir mengatakan, pemberdayaan masyarakat adat tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan pendapatan. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan dasar dengan tetap menghormati adat istiadat dan kearifan lokal.
“Pemberdayaan masyarakat adat Baduy harus dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Aspek kesehatan, pendidikan, kebudayaan, kawasan hutan adat, dan pertanian perlu diperhatikan secara terpadu. Yang terpenting, program pembangunan harus tetap menghormati adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat Baduy,” ujar Amir.
Sementara itu, Asisten Deputi Dr. Amin Mudzakir menyebut sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam sesuai ketentuan adat berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Baduy.
Menurutnya, program pemberdayaan perlu diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya masyarakat adat.
Penyelarasan program lintas sektor juga diperlukan agar pelaksanaan pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan pelestarian budaya.
Melalui koordinasi tersebut, program pemberdayaan masyarakat adat Baduy diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya pembangunan juga diharapkan tetap menjaga identitas serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. (Red/Dian)




