kobarnews.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsPemerintahanViral

Perkuat Ketahanan Pangan, Lebak Bentuk Tim Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Baru

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
20 Oktober 2026
Bagikan
2 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan membentuk Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru (PIB). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus melindungi kesehatan hewan dan masyarakat.

Pertemuan pembentukan Tikorda tersebut digelar di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Selasa (20/10/2026). Pembentukan tim ini dinilai penting seiring berkembangnya industri perunggasan di Kabupaten Lebak.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyambut baik pembentukan forum koordinasi tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari aspek kesehatan hewan dan lingkungan.

Dia menegaskan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan industri peternakan berkembang secara berkelanjutan sekaligus mendukung ketersediaan pangan yang aman bagi masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Dalam kesempatan itu, Amir juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat agar kembali memberikan insentif bagi usaha peternakan di daerah.

Baca Juga:

200 Becak Listrik Bantuan Prabowo Tiba di Lebak, Pengemudi Lansia Segera Kebagian
NasDem Lebak Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029
12 Desa di Lebak Bakal Gelar Pilkades Serentak Desember 2027
4.923 Balita di Lebak Alami Stunting, DPRD Desak Pemkab Serius Tangani

Menurutnya, insentif tersebut penting agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut merasakan manfaat ekonomi serta nilai tambah dari keberadaan sentra peternakan.

“Mari bersama-sama kita sukseskan program ini demi mewujudkan industri perunggasan yang tangguh, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Lebak,” kata Amir.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, mengatakan Kabupaten Lebak memiliki peran strategis dalam sektor peternakan nasional. Hal itu sejalan dengan besarnya aktivitas industri perunggasan di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral
Pabrik Sepatu Korea di Lebak Tutup Permanen, 1.100 Karyawan Kena PHK
Bapenda Lebak Gelar Operasi Penagihan Pajak Serentak, Fokus 6 Jenis Pajak
Prihatin Jalan Berlubang di Cisata Pandeglang, Golkar dan Warga Bakal Gelar Aksi Tambal Jalan

Dia menilai penguatan kesehatan hewan, khususnya di sektor perunggasan, perlu menjadi prioritas. Upaya tersebut harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan surveilans, deteksi dini penyakit, penerapan biosekuriti yang ketat, serta jaminan keamanan pangan asal hewan.

- Advertisement -
Ad image

Selain itu, komunikasi risiko kepada masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran zoonosis maupun penyakit infeksius baru.

Melalui pembentukan Tikorda, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin kuat dalam mencegah serta mengendalikan zoonosis dan penyakit infeksius baru, sekaligus menjaga keberlanjutan industri perunggasan dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. (Red/Dian)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kabel Fiber Optik Semrawut di Pandeglang Dikeluhkan Warga
Selanjutnya Polres Lebak Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan

Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa

Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan

Daerah Pendidikan

USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Budaya Daerah

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah

Budaya Daerah

Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah

Daerah Ekbis

DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com