Kobarnews.id, SERANG – Dewan Pendidikan Provinsi Banten membawa sejumlah aspirasi pendidikan daerah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pendidikan 2026 di Hotel Lorin Dwangsa, Solo, Jawa Tengah, pada 20-22 Oktober 2026. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain peningkatan mutu guru, pemerataan akses pendidikan, dan penguatan kebijakan pendidikan nasional.
Delegasi Dewan Pendidikan Provinsi Banten terdiri atas Prof. Dr. Yudi Juniardi, M. Hidayat, Imron R., dan Yayah Rukiyah. Mereka mengikuti pembahasan bersama perwakilan Dewan Pendidikan dari berbagai provinsi untuk bertukar gagasan dan menyusun rekomendasi pengembangan pendidikan.
Prof. Dr. Yudi Juniardi mengatakan Rakernas menjadi kesempatan bagi Dewan Pendidikan Banten untuk menyampaikan aspirasi daerah sekaligus berkontribusi dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan.
“Rakernas ini menjadi forum penting untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan rekomendasi bagi peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap hasil pembahasan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan, termasuk di Provinsi Banten,” kata Yudi kepada media, Kamis (22/10/2026).
Menurut Yudi, peningkatan kualitas pendidikan harus didukung kebijakan yang tepat, pemerataan akses belajar, peningkatan kapasitas guru, serta tata kelola pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dia menilai pemerataan kesempatan belajar perlu diiringi peningkatan kualitas pembelajaran dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
“Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan. Selain memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan belajar, kualitas pembelajaran dan ketersediaan guru juga perlu menjadi perhatian agar tujuan pendidikan dapat tercapai,” ujarnya.
Rakernas Dewan Pendidikan 2026 diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bersama Dewan Pendidikan Nasional, dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, peningkatan kapasitas guru, penguatan peran Dewan Pendidikan di daerah, serta evaluasi tindak lanjut rekomendasi yang telah disampaikan sebelumnya.
Para peserta juga membahas percepatan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan inklusif, serta pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
Hasil pembahasan Rakernas akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi bagi pengembangan pendidikan nasional, termasuk masukan untuk penyempurnaan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Yudi berharap rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga ditindaklanjuti melalui langkah konkret oleh para pemangku kepentingan sesuai kewenangannya.
“Hal terpenting setelah Rakernas adalah bagaimana rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti menjadi langkah konkret. Sinergi antara pemerintah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” tuturnya.
Rakernas ditutup pada 22 Oktober 2026 oleh Ketua Dewan Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Suyanto, yang memaparkan hasil rekomendasi forum.
Yudi berharap partisipasi Dewan Pendidikan Banten dalam Rakernas tersebut dapat memperkuat kontribusi daerah dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Red/Dian)





