Kobarnews.id, LEBAK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Kabupaten Lebak. Kali ini, kontingen Gema Mahardika Mulabaru dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Marjan Mulabaru, Kecamatan Cipanas, sukses memborong enam piala dalam ajang Manahijussadat Open Marching Band (MOMB) 2026 tingkat Provinsi Banten.
Dalam kompetisi yang digelar di Pondok Pesantren Manahijusadat, Cibadak, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026), para santri Al Marjan tampil impresif dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri serta penonton.
Ajang bergengsi tersebut diikuti puluhan tim marching band dari berbagai sekolah dan pondok pesantren se-Provinsi Banten. Namun, persaingan ketat tak menyurutkan semangat kontingen Gema Mahardika Mulabaru untuk tampil maksimal.
Bermodal kekompakan barisan, kedisiplinan, serta aransemen musik yang energik, tim ini sukses membawa pulang enam penghargaan sekaligus.
Enam penghargaan yang berhasil diraih masing-masing Juara 3 General Effect, Juara 3 Divisi Senior Pianika, Terbaik 1 Field Commander, Terbaik 2 Mazorette, Terbaik 2 Field Music, serta Juara Favorit.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Badrusalam. Dia mengaku bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan para santri Ponpes Al Marjan Mulabaru.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, dan bakat seni.
“Kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Al Marjan Mulabaru. Raihan 6 piala di tingkat Provinsi Banten ini membedah pandangan bahwa santri tidak hanya lihai mengaji kitab, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas, kedisiplinan, dan seni tingkat tinggi. Selamat kepada seluruh santri, pembina, dan pengasuh ponpes. Teruslah mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional!” ujar Badrusalam.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lebak, Neng Eulis. Dia menyebut prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan bakat dan minat santri di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Ponpes Al Marjan Mulabaru. Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan bakat dan minat santri di pondok pesantren berjalan sangat efektif dan seimbang. Kami berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi pondok pesantren lainnya di Kabupaten Lebak untuk terus menorehkan prestasi di berbagai ajang regional maupun nasional,” ungkap Neng Eulis.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al Marjan Mulabaru, KH Syaepudin Asy Syadzily, mengaku bersyukur atas pencapaian anak didiknya. Dia menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, pembina, dan seluruh santri yang telah berjuang melalui latihan disiplin dan penuh semangat.
“Alhamdulillah wa Syukurillah. Terima kasih kepada para pelatih, pembina, dan anak-anakku santri yang telah berlatih dengan disiplin dan penuh semangat. Prestasi ini adalah bukti bahwa santri bisa berakhlak mulia, berprestasi, dan berkarya. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menuju tingkat Nasional,” tuturnya.
Prestasi enam piala di MOMB 2026 bukan satu-satunya kebanggaan Ponpes Al Marjan Mulabaru. Sebelumnya, pesantren ini juga berhasil meraih 21 medali dalam kejuaraan pencak silat tingkat Banten.
Rentetan prestasi tersebut semakin menegaskan komitmen Ponpes Al Marjan Mulabaru dalam membentuk generasi santri yang unggul, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga pendidikan, seni, olahraga, dan kreativitas.
Melalui slogan sekaligus visi misinya, “NYANTRI, NYENI, NYAKOLA”, Ponpes Al Marjan Mulabaru terus membuktikan bahwa santri mampu berprestasi dan berkarya di berbagai bidang. (Red/Dian)





