Kobarnews.id, LEBAK – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, resmi membuka Perkemahan Pramuka Putri dalam rangka Milad ke-30 Pondok Pesantren (Ponpes) Manahijussadat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan Ponpes Manahijussadat tersebut diikuti peserta dari sejumlah pondok pesantren di Provinsi Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Pembukaan perkemahan berlangsung meriah. Selain menjadi bagian dari perayaan tiga dekade Ponpes Manahijussadat, kegiatan ini juga menjadi ajang pengembangan kompetensi, pembentukan karakter, serta penguatan kemandirian para santri.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah, sejumlah pejabat Kanwil Kemenag Banten, unsur Forkopimda Lebak, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak Badrusalam.
Badrusalam hadir didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Neng Eulis, Kasubbag TU, serta sejumlah kepala seksi di lingkungan Kemenag Kabupaten Lebak.
Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Manahijussadat, Sulaiman Effendi, mengungkapkan perjalanan panjang pesantren yang kini genap berusia 30 tahun.
Ia mengenang, saat pertama kali berdiri, jumlah santri masih sangat terbatas. Namun, seiring perjalanan waktu, pesantren tersebut terus berkembang hingga kini memiliki ratusan santri dari berbagai daerah.
“Di usia ke-30 ini, kami berharap Ponpes Manahijussadat semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan pesantren,” ujarnya.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa pengembangan sarana dan prasarana pesantren mendapat dukungan dari Qatar. Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat fasilitas pendidikan dan menunjang kegiatan belajar para santri.
Sementara itu, Wamenag RI Romo R. Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, kontribusi santri tidak bisa dipisahkan dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga pembangunan bangsa. Semangat perjuangan tersebut juga menjadi bagian penting dari lahirnya peringatan Hari Santri.
“Santri sejak dahulu telah ikut berjuang untuk Indonesia, mengambil bagian dalam perlawanan terhadap penjajah, hingga turut membangun negeri. Semangat perjuangan itulah yang menjadi salah satu bagian penting dari sejarah lahirnya Hari Santri,” ungkapnya.
Wamenag juga berpesan agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi mampu menggali dan menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki.
Ia berharap kegiatan perkemahan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter dan jiwa kepemimpinan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Badrusalam.
Ia menilai perkemahan Pramuka memiliki nilai strategis dalam membentuk kepribadian santri. Tidak hanya melatih kedisiplinan dan kemandirian, kegiatan tersebut juga mengasah kemampuan bekerja sama serta kepemimpinan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan perkemahan dalam rangka Milad ke-30 Pondok Pesantren Manahijussadat ini. Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang sangat baik bagi para santri untuk meningkatkan kompetensi, melatih kemandirian, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dan kepemimpinan,” kata Badrusalam.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, mental tangguh, dan karakter yang siap menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang mampu menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus berkontribusi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Perkemahan Milad ke-30 Ponpes Manahijussadat ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpesantren, memperluas pengalaman, serta menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan.
Memasuki usia tiga dekade, Ponpes Manahijussadat diharapkan semakin maju dan mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Red/Dian)





