kobarnews.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Opinion
  • Economic
  • Global Affairs
  • Climate Change
  • Research
  • Politics
  • Health
  • Featured
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNews

Lebak Darurat Kekeringan, 7.000 KK Krisis Air Bersih

Redaksi
Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Follow:
2 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Tim BPBD Kabupaten Lebak saat menyalurkan air bersih di lokasi kekeringan.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK –Kemarau panjang mulai memukul Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah akhirnya menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga 14 Agustus 2026 setelah puluhan desa mengalami krisis air bersih dan debit air Bendungan Karian terus menyusut.

Status darurat ini diberlakukan untuk mempercepat penanganan, terutama dalam memastikan warga terdampak tetap mendapatkan pasokan air bersih.

Ketua BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus. Karena itu, pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang meluas.

“Status siaga darurat ini diberlakukan hingga 14 Agustus 2026 dan dapat diperpanjang apabila kondisi kekeringan terus meluas,” ujar Sukanta kepada wartawan, Sabtu (1/8/26).

- Advertisement -
Ad image

Data BPBD Lebak mencatat, sebanyak 90 desa di 23 kecamatan masuk wilayah rawan krisis air bersih. Sumur warga mulai mengering, sementara debit sungai dan sumber mata air terus menurun akibat minimnya curah hujan.

Baca Juga:

Istri Bupati Pemalang Ikut Dibawa ke Gedung KPK Usai OTT
BGN Bongkar Dugaan Yayasan Titipan di Program MBG, Kejagung Turun Tangan
Polresta Serang Kota Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar
Tambang Ilegal Gunung Pinang Tak Kapok, ESDM Banten Sudah 6 Kali Tertibkan

Hingga awal Agustus, lebih dari 7.000 kepala keluarga (KK) dari 18 desa telah meminta bantuan air bersih. BPBD Lebak bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banten telah mendistribusikan sekitar 153 ribu liter air bersih gratis menggunakan armada truk tangki ke sejumlah titik terdampak.

Namun, penyaluran bantuan tidak berjalan mudah. Luas wilayah Lebak yang mencapai ribuan kilometer persegi serta keterbatasan armada menjadi tantangan tersendiri.

Senada, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, menyebut pihaknya terus mengoptimalkan distribusi air ke desa-desa yang membutuhkan.

Baca Juga:

Kobarnews.id Resmi Mengudara Lahir di Bulan Kemerdekaan, R Haris Yadi: Semangat Membangun Lewat Informasi
RUNK5BITUNG 2026 Diikuti 1.579 Pelari, Ini Daftar Jalan yang Ditutup di Rangkasbitung
Trans Banten Koridor 3 Tembus 187.783 Penumpang, Mahasiswa hingga ASN Jadi Pengguna Terbanyak
Bupati Tangerang Resmikan Graha Hijau KAHMI-HMI, Minta Jadi Rumah Serap Aspirasi Warga

“Kami terus mengoptimalkan distribusi air bersih ke desa-desa terdampak. Namun, jarak antarwilayah yang cukup jauh menjadi salah satu kendala utama di lapangan,” katanya.

Tak hanya krisis air, ancaman lain juga mengintai. BPBD mengingatkan warga untuk mewaspadai kebakaran lahan selama musim kemarau. Salah satu kejadian yang menyita perhatian terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Dengung, Kecamatan Maja.

Sementara itu, menyusutnya debit air Bendungan Karian memunculkan pemandangan tak biasa. Bekas permukiman warga di Kampung Somang, wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukaraja, kembali terlihat setelah lama terendam akibat pembangunan waduk.

Sisa bangunan rumah, jalan lama, hingga jejak kampung yang pernah menjadi tempat tinggal warga muncul ke permukaan. Fenomena ini membuat sejumlah warga berdatangan untuk melihat kembali kawasan yang menyimpan kenangan masa lalu.

- Advertisement -
Ad image

Pemerintah Kabupaten Lebak meminta masyarakat menghemat penggunaan air, menjaga sumber air yang masih tersedia, serta segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Dengan status siaga darurat yang berlaku hingga pertengahan Agustus, pemerintah berharap seluruh unsur mulai dari kecamatan, desa, relawan, hingga masyarakat dapat bergerak bersama menghadapi ancaman kemarau panjang yang masih berpotensi berlanjut. (Dian)

Baca Juga:

Najib Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Pendidikan Berkualitas
Kapolres Lebak Langsung Tancap Gas, Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Serentak Sepanjang Agustus 2026
Bupati Lebak Hadiri Puncak HUT ke-10 Bank Banten, Soroti Pentingnya Sinergi Pembangunan
Bupati Tangerang Resmikan Sekretariat KAHMI-HMI, Harap Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga
TAGGED:BantenKabupaten LebakKekeringanKrisis air bersihPemkab Lebak
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kobarnews.id Resmi Mengudara Lahir di Bulan Kemerdekaan, R Haris Yadi: Semangat Membangun Lewat Informasi
Selanjutnya Laptop Terbaru 2026 Hadir dengan Fitur AI, Performa Makin Kencang dan Baterai Lebih Awet
TERKINI

Laptop Terbaru 2026 Hadir dengan Fitur AI, Performa Makin Kencang dan Baterai Lebih Awet

Tokyo Billiard di Saketi Pandeglang Resmi Dibuka, Usung Konsep Syariah Tanpa Alkohol dan Judi

Belajar Mengenali Cara Otak Bekerja Sebelum Mengambil Keputusan

Gubernur Banten Andra Soni Touring Vespa Bareng Scooter Banten Bersatu, Ajak Jaga Persatuan

Spanduk Tolak Kunjungan Jokowi Muncul di Lebak, PSI: Biarkan Saja, Biar Publik yang Menilai

Distan Lebak Siapkan 201 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau

Ferdi Saefullah: Krisis Air Bukan Lagi Soal Kemarau, Tapi Lemahnya Tata Kelola

TPA Dengung Lebak Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Ilalang

- Advertisement -
Ad image
Related News
Daerah Infrastruktur

Anggota DPRD Lebak Dorong Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas SD Ditambah

Daerah Kobar Mania

Ketika Kemarau Mengeringkan Sawah, Di Mana Manfaat Bendungan Karian?

News Pendidikan

Hadiri Promosi Doktor Ratna Dewi, Wagub Banten: Ilmuwan Harus Terus Berinovasi

  • Quick Links:
  • Daerah
  • Hukum
  • News
  • Opinion
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Viral
  • Olahraga
  • Economic
  • Global Affairs
  • Pemerintahan
  • Politics
  • Health
  • Featured
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com