kobarnews.id
Senin, 2 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiViral

M. Arif Kirdiat, Membangun Jembatan Kehidupan dari Banten untuk Dunia

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
10 Agustus 2026
Bagikan
7 menit baca
Salah satu kegiatan M. Arif Kirdiat.
Bagikan

Oleh : Dian Wahyudi

Wartawan Kobarnews.id

Kobarnews.id, LEBAK –Di banyak desa terpencil di Banten, terutama di wilayah yang dipisahkan sungai deras dan jurang terjal, nama M. Arif Kirdiat dikenal bukan karena jabatan atau kekayaan, melainkan karena jembatan. Bagi sebagian warga, ia adalah orang yang membuat anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa mempertaruhkan nyawa. Bagi relawan, ia adalah penggerak. Bagi mahasiswa dari Jepang, Prancis, Malaysia, hingga Turki, ia adalah penghubung antara ruang akademik internasional dan kehidupan masyarakat adat Baduy.

Arif Kirdiat adalah aktivis sosial, relawan, dan edupreneur asal Banten yang selama bertahun-tahun memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang: meninggalkan zona nyaman sebagai pengusaha di bidang tour and travel, lalu mengabdikan diri untuk pemberdayaan masyarakat desa melalui Yayasan Relawan Kampung Indonesia.

- Advertisement -
Ad image

Di berbagai pelosok Kabupaten Lebak dan wilayah Banten lainnya, ia dikenal sebagai “Pembuat 100 Jembatan”—sebuah julukan yang lahir dari konsistensinya membangun jembatan gantung dan akses penyeberangan bagi masyarakat yang selama puluhan tahun terisolasi.

Baca Juga:

Kapolda Banten Turun ke Jalan, Ingatkan Pelajar: Jangan Jadi Gangster, Masa Depan Bukan di Jalanan!
ArenKula Nusantara Jadi Satu-satunya Wakil Lebak yang Masuk 10 Besar Jawara UMKM Banten 2026
Banjir Menghantui Lagi, Warga Permata Kasemen Tagih Janji Pengembang dan Desak Pemkot Serang Turun Tangan!
DPC PPP Kabupaten Serang Dukung Mardiono, Siap Satu Komando Jelang Pemilu 2029

“Jembatan bukan hanya soal konstruksi. Jembatan adalah akses menuju sekolah, pasar, layanan kesehatan, dan masa depan,” demikian prinsip yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kegiatan kerelawanan.

Dari Backpacker Menjadi Penggerak Pengabdian

Jauh sebelum isu wisata berkelanjutan menjadi perbincangan, Arif telah menjadikan Baduy dan Ujung Kulon sebagai basis pengabdian. Sejak 1997, ketika perjalanan ala backpacker masih menjadi cara sederhana menjelajahi Banten, ia mulai membangun hubungan dengan masyarakat lokal.

Baca Juga:

Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda
Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga
Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD
Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia
M. Arif Kirdiat bersama generasi penerus bangsa.

Hubungan itu berkembang menjadi pendampingan jangka panjang. Ia aktif mendampingi masyarakat adat Baduy, termasuk menyuarakan berbagai persoalan yang menyangkut pelestarian budaya dan hak-hak masyarakat adat. Dalam beberapa kesempatan, ia juga mengkritik kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada warga Baduy, termasuk isu pembangunan infrastruktur komunikasi yang dapat memengaruhi keseimbangan budaya lokal.

- Advertisement -
Ad image

Bagi Arif, pembangunan tidak selalu berarti modernisasi tanpa batas. Ia percaya bahwa kemajuan harus berjalan berdampingan dengan penghormatan terhadap identitas budaya.

Menghubungkan Baduy dengan Dunia Internasional

Yang membuat perjalanan Arif berbeda adalah kemampuannya menjadikan wilayah adat Baduy sebagai ruang belajar global.

- Advertisement -
Ad image

Dalam beberapa tahun terakhir, ia mendampingi mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang, mahasiswa kedokteran militer dari Lyon University Prancis yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), hingga pejabat dari TIKA Turki pernah terlibat dalam program pengabdian yang ia fasilitasi.

Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai peserta pendidikan lapangan, pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Baca Juga:

Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup
Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api
Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029
KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan

Pada awal Agustus 2026, misalnya, mahasiswa FK Trisakti dan FK IUHW Jepang melaksanakan edukasi kesehatan dan pelayanan pengobatan di kawasan Baduy Utara. Kegiatan itu melibatkan dekan, dosen, dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

“Program seperti ini bukan hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya dan memperkuat kerja sama internasional,” ujar Arif saat kegiatan tersebut berlangsung.

Ia meyakini bahwa pengalaman langsung di komunitas adat memberikan perspektif yang tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kuliah.

Diplomasi yang Berawal dari Ketulusan

Bagi Arif, jejaring internasional tidak dibangun melalui konferensi mewah atau lobi formal, melainkan melalui ketulusan.

Selama sebulan mendampingi mahasiswa dari Prancis, Jepang, dan Malaysia, serta pejabat dari Turki, ia mengajak mereka menikmati kuliner kaki lima, mencicipi durian lokal, kelapa muda, dan berkeliling berbagai sudut Banten.

Ia bahkan melibatkan anak-anaknya sendiri sebagai sopir dan pemandu perjalanan.

“Saya katakan kepada anak-anak bahwa pertemanan yang dibangun atas dasar kekeluargaan dan ketulusan akan melahirkan hubungan yang berkelanjutan,” tulisnya dalam sebuah catatan reflektif.

Ia mengenang persahabatannya dengan Prof. Masaki Okamoto dari Jepang dan Dr. Gabriel Facal dari Prancis yang telah terjalin lebih dari dua dekade. Dari hubungan sederhana itu, ia kemudian diundang ke kampus dan negara mereka untuk berbagi pengalaman.

“Ini tidak bisa dinilai dengan uang semata. Inilah salah satu bentuk promosi pariwisata berkelanjutan dan pembukaan jejaring internasional,” tulisnya.

Jembatan, Pendidikan, dan Harapan

Di balik penghargaan yang ia terima, Arif tetap lebih sering ditemukan di desa daripada di ruang seremoni.

Melalui Yayasan Relawan Kampung Indonesia, ia menjalankan berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, pembangunan fasilitas umum, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Dedikasinya mendapat pengakuan melalui Ekbispar Award 2026 sebagai Sosok Inspiratif atas kontribusi di bidang sosial dan ekonomi kemasyarakatan, serta CSR Indonesia Award atas konsistensi gerakan kerelawanan yang ia bangun.

Namun, bagi banyak warga pelosok, penghargaan terbesar Arif mungkin bukan plakat atau trofi. Penghargaan itu adalah ketika seorang anak dapat menyeberangi sungai dengan aman menuju sekolah, ketika seorang ibu hamil bisa mencapai puskesmas tanpa harus menghadapi arus sungai, atau ketika masyarakat adat Baduy dapat berinteraksi dengan dunia luar tanpa kehilangan jati dirinya.

Di tengah zaman yang sering mengukur keberhasilan dengan angka dan keuntungan, M. Arif Kirdiat memilih ukuran yang lebih sederhana : berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih mudah karena sebuah jembatan telah berdiri.

Biodata Singkat M. Arif Kirdiat

Nama lengkap : Muhammad Arif Kirdiat
Nama populer : M. Arif Kirdiat
Asal : Provinsi Banten, Indonesia
Profesi : Aktivis sosial, relawan, edupreneur, penggerak pemberdayaan masyarakat
Organisasi : Pendiri Yayasan Relawan Kampung Indonesia

Bidang Pengabdian :
1. Pembangunan jembatan gantung di daerah terpencil.
2. Pemberdayaan masyarakat desa.
3. Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
4. Pelayanan sosial dan kesehatan.
5. Pendampingan masyarakat adat Baduy.
6. Pengembangan jejaring akademik dan kemanusiaan internasional

Rekam Jejak Penting :
1. Memulai basis pengabdian di Baduy dan Ujung Kulon sejak 1997
2. Membangun berbagai jembatan gantung di wilayah pelosok Banten
3. Dijuluki “Pembuat 100 Jembatan”
4. Memfasilitasi kolaborasi mahasiswa dan akademisi dari Indonesia, Jepang, Prancis, Malaysia, dan Turki
5. Menyelenggarakan program edukasi kesehatan dan pelayanan medis di kawasan Baduy
6. Aktif mempromosikan pariwisata dan kuliner Banten melalui pendekatan budaya dan kemanusiaan

Penghargaan :
1. Ekbispar Award 2026 – Sosok Inspiratif
2. CSR Indonesia Award – Kontribusi dalam gerakan kerelawanan dan pemberdayaan masyarakat

Filosofi Hidup :
“Membangun jembatan berarti membangun akses menuju pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan harapan bagi masyarakat yang selama ini terisolasi.”

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya FHI Banten Resmi Rilis Logo Kejurnas Hoki 2026, Ini Makna dan Filosofinya
Selanjutnya Fery Budiman “Turun Gunung”, Dekati Warga Lewat Program DENGER, DEMEN dan DETOK
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten

Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD

Dua UMKM Lebak Tembus 16 Besar Jawara Banten, Bidik Tiket 10 Besar!

Festival Kaibon Kota Serang 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Seni Budaya hingga UMKM Lokal

Ratusan Pemotor Jelajahi Wisata Alam Banten, Rayakan HUT ke-26

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

Fasilitas Lengkap, Curug Goong Mandalawangi Tawarkan Glamping dan Camping Ground Komunal

Daerah Nasional

Pengurus PKB Pandeglang Dikukuhkan, Nawawi Desak Anggaran Pesantren dan Madrasah Ditambah

Daerah Nasional

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Muhaimin Iskandar Minta Kader Mulai Bergerak Menangkan Pemilu 2029

Daerah Ekbis

458 Mahasiswa USBR Diwisuda, Rektor: Kampus Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lebak

Daerah Infrastruktur

Pembangunan 5 Rutilahu Program TMMD ke-130 Kodim Lebak Capai 80 Persen

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com