Kobarnews.id, CILEGON – Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PKS, Fery Budiman, tak mau hanya duduk manis di ruang rapat. Wakil rakyat ini memilih “turun gunung” menemui warga melalui tiga program andalannya: DENGER (Dewan Ngeriung), DEMEN (Dewan Mendekat), dan DETOK (Dewan Temui Tokoh).
Tiga program tersebut menjadi jurus Fery untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat di berbagai wilayah Kota Cilegon.
Lewat program DENGER, Fery menyambangi kediaman Ibu Siti Khodijah. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga pun tak sungkan menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kondisi lingkungan hingga pelayanan publik.
“DENGER” menjadi ruang bagi masyarakat untuk bicara langsung kepada wakilnya. Aspirasi yang disampaikan warga dicatat dan menjadi bahan perjuangan Fery di lembaga legislatif.
Tak berhenti di situ. Melalui program DEMEN, Fery mendatangi kediaman Ibu Jumanah di Lingkungan Kelelet RT 02 RW 03. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang berada dalam kondisi dhuafa.
Bagi Fery, mendekat kepada masyarakat bukan semata soal menyerap aspirasi. Kehadiran secara langsung juga penting untuk memberikan dukungan moral kepada warga yang membutuhkan.
Sementara lewat program DETOK, Fery bersilaturahmi ke Madrasah MDTA Banjar Negara di Lingkungan Temu Giring. Rombongan disambut Kepala Madrasah, Ida Royati, S.Pd.
Dalam pertemuan tersebut, Fery berdiskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dengan pemerintah daerah.
Fery mengatakan, tiga program tersebut merupakan bagian dari komitmennya sebagai wakil rakyat. Menurut dia, anggota DPRD tidak cukup hanya hadir dalam rapat-rapat formal, tetapi juga harus turun langsung melihat kondisi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran anggota DPRD benar-benar dirasakan masyarakat. DENGER adalah ruang untuk mendengar aspirasi secara langsung, DEMEN menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan, sedangkan DETOK merupakan ikhtiar membangun sinergi dengan para tokoh masyarakat, termasuk tokoh pendidikan dan keagamaan,” ujar Fery saat diwawancarai, Senin (10/8).
Dia menilai, persoalan di tengah masyarakat terkadang baru terlihat secara utuh ketika wakil rakyat datang langsung ke lapangan.
“Banyak persoalan yang baru benar-benar terlihat ketika kita datang langsung ke rumah warga, ke lingkungan, atau ke lembaga pendidikan. Karena itu, saya ingin terus mendekat, mendengar, dan mencari solusi bersama,” katanya.
Fery menegaskan, tugas anggota dewan bukan sekadar membuat kebijakan. Lebih dari itu, wakil rakyat harus mampu memastikan aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui jalur legislatif.
“Tugas dewan bukan hanya membuat kebijakan, tetapi juga memastikan aspirasi masyarakat sampai dan diperjuangkan,” tegasnya.
Fery memastikan agenda silaturahmi dan penyerapan aspirasi tersebut bakal terus digulirkan ke berbagai wilayah Kota Cilegon. Ia berharap komunikasi yang terbangun secara langsung dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat.
Menurutnya, semakin dekat komunikasi antara masyarakat dan anggota DPRD, semakin cepat pula berbagai persoalan warga dapat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.
Program DENGER, DEMEN, dan DETOK pun menjadi cara Fery Budiman menjaga kedekatan dengan konstituen. Bukan sekadar datang, tetapi mendengar, peduli, dan membawa aspirasi warga ke meja kebijakan. (Red/Dian)




