kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiNewsViral

Apa Kabar Kota Serang di Usia ke-19?

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
11 Agustus 2026
Bagikan
6 menit baca
Bagikan

Oleh : Oyo Suaryo

Wartawan Kobarnews.id

Kobarnews.id, SERANG – Memasuki usia ke-19 pada Agustus 2026, Kota Serang terus berbenah. Ibu kota Provinsi Banten ini perlahan tumbuh menjadi pusat pemerintahan, perdagangan dan aktivitas ekonomi baru.

Mengusung semangat “Madani, Maju, dan Berbudi”, Pemerintah Kota Serang bersama masyarakat berupaya memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

- Advertisement -
Ad image

Sejumlah pekerjaan fisik dikebut. Mulai dari perbaikan jalan, drainase, fasilitas publik hingga penataan kawasan Alun-Alun Kota Serang. Pembenahan tersebut diharapkan membuat kota semakin nyaman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Di sisi ekonomi, pertumbuhan Kota Serang disebut menunjukkan tren positif. Pergerakan ekonomi daerah menjadi salah satu indikator yang ikut menopang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Pelayanan publik juga diarahkan agar semakin transparan, cepat dan mudah diakses masyarakat. Namun, di balik berbagai capaian tersebut, sederet pekerjaan rumah masih membayangi Kota Serang.

Persoalan sampah, titik rawan banjir, jalan rusak hingga penerangan jalan umum (PJU) masih menjadi keluhan yang perlu dituntaskan.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Sampah dan Banjir Jadi PR Besar

Pemerintah daerah dan DPRD mengakui, target pembangunan Kota Serang belum sepenuhnya tercapai. Integrasi konektivitas, pemerataan infrastruktur dan tata kelola lingkungan perkotaan masih membutuhkan perhatian serius.

- Advertisement -
Ad image

Salah satu yang paling krusial adalah persoalan lingkungan dan persampahan.

Volume sampah harian yang menumpuk masih menjadi tantangan karena belum sepenuhnya sebanding dengan kapasitas pengangkutan. Di saat bersamaan, sistem drainase kota belum terintegrasi secara menyeluruh.

Akibatnya, sejumlah kawasan padat penduduk masih berpotensi mengalami genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur.

- Advertisement -
Ad image

Pembangunan jalan berkualitas juga dinilai belum sepenuhnya merata ke seluruh wilayah kecamatan. Sejumlah pembangunan masih lebih banyak terlihat di kawasan strategis dan jalur protokol.

Persoalan transportasi tak kalah penting. Pertumbuhan jumlah kendaraan belum sepenuhnya diimbangi dengan manajemen lalu lintas perkotaan serta ketersediaan transportasi massal yang memadai.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Pelayanan Publik Masih Harus Digenjot

Semangat “Madani” juga menghadapi tantangan. Digitalisasi birokrasi memang terus didorong, tetapi belum seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkannya secara optimal, terutama warga di kawasan pinggiran.

Begitu pula dengan sarana dan prasarana kesehatan serta pendidikan di tingkat kelurahan. Pemenuhan standar pelayanan minimal masih perlu ditingkatkan agar kualitas layanan lebih merata.

Sementara dalam aspek “Berbudi”, penguatan karakter, nilai sosial dan religiusitas masih menjadi pekerjaan bersama.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membentuk generasi muda yang berkarakter, tetapi juga mampu menekan persoalan sosial seperti kriminalitas jalanan dan kenakalan remaja.

Di bidang kebudayaan, ruang ekspresi serta dukungan ekonomi bagi pelaku seni lokal juga masih perlu diperluas agar geliat budaya Serang tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.

Ekonomi Kerakyatan Mulai Terasa

Meski pekerjaan rumah masih menumpuk, bukan berarti seluruh perjalanan Kota Serang selama 19 tahun tanpa hasil.

Sejumlah perubahan justru mulai dirasakan langsung masyarakat. Dua sektor yang paling mudah terlihat adalah ekonomi kerakyatan dan pembenahan ruang publik.

Pertumbuhan ekonomi Kota Serang disebut meningkat dari sekitar 4,7 persen menjadi 5,2 persen. Kenaikan tersebut diharapkan berdampak terhadap daya beli masyarakat dan perputaran usaha, terutama pelaku UMKM.

Gelaran besar seperti Kota Serang Fair 2026 di Stadion Maulana Yusuf juga menjadi salah satu etalase ekonomi kerakyatan. Ratusan UMKM lokal mendapat ruang untuk memasarkan produk sekaligus menikmati perputaran ekonomi dari aktivitas masyarakat.

Dari sisi stabilitas harga pangan, kolaborasi pemerintah daerah dalam menjaga pasokan turut menjadi faktor penting agar inflasi tetap terkendali. Dengan begitu, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional diharapkan tetap terjangkau masyarakat.

Alun-Alun Jadi Wajah Baru Kota

Pembenahan ruang publik juga menjadi bagian yang paling mudah dilihat warga.

Penataan Alun-Alun Kota Serang membuat kawasan tersebut tampil lebih rapi dan nyaman. Ruang publik itu kembali menjadi tempat warga berkumpul, berolahraga maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Perbaikan jalur pedestrian dan pengaspalan di sejumlah kawasan strategis, termasuk Jalan Diponegoro, juga ikut memperlancar konektivitas menuju kawasan Royal dan Alun-Alun.

Bagi masyarakat, pembangunan semacam ini bukan sekadar mempercantik kota. Akses jalan yang lebih baik berarti mobilitas lebih lancar, aktivitas perdagangan lebih hidup dan waktu tempuh warga bisa lebih efisien.

Birokrasi Dipangkas, Bantuan Dipercepat

Di era kepemimpinan saat ini, pemerintah juga berupaya memangkas rantai birokrasi, terutama untuk kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak.

Salah satu contoh yang dikedepankan adalah penanganan rumah warga yang roboh. Bantuan untuk perbaikan rumah diupayakan dapat disalurkan lebih cepat, bahkan pada hari yang sama, tanpa harus menunggu proses penganggaran daerah yang panjang.

Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa banyak proyek yang dibangun, tetapi juga seberapa cepat negara hadir ketika rakyat membutuhkan.

Pada akhirnya, memasuki usia 19 tahun, Kota Serang berada di persimpangan antara capaian dan pekerjaan rumah.

Wajah kota memang mulai berubah. Ekonomi bergerak, ruang publik dibenahi dan pelayanan terus didorong menjadi lebih cepat.

Namun, pekerjaan besar seperti sampah, banjir, pemerataan infrastruktur, transportasi, kualitas pendidikan-kesehatan dan penguatan karakter masyarakat belum boleh dianggap selesai.

Sebab, usia 19 tahun bukan sekadar angka perayaan. Ini menjadi momentum untuk mengukur kembali: sejauh mana Kota Serang benar-benar sudah “Madani, Maju, dan Berbudi” — bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari warganya. (*)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Asda III Pemkab Lebak Sambut Hadirnya Kobarnews.id, Media Independen dan Terpercaya
Selanjutnya Ketua DPD KNPI Banten Apresiasi Kehadiran Kobarnews.id, Dorong Perjuangan Pemuda
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com