kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInfrastrukturNewsPemerintahanViral

Jalan Bersejarah Ciparay–Warungbanten Terlupakan, Warga Citorek Minta Pemerintah Bertindak

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
12 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Ruas jalan Ciparay-Warungbanten kondisinya masih tanah merah butuh perhatian Pemkab Lebak.
Bagikan

Kobarnews. LEBAK – Jalan Ciparay–Warungbanten di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah. Ruas jalan ini menyimpan sejarah panjang pertambangan di Lebak sejak era kolonial hingga pascakemerdekaan.

Kini, jalan yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian warga tersebut justru dinilai memprihatinkan. Masyarakat Citorek meminta pemerintah segera memberikan perhatian dan melakukan perbaikan.

Warga Citorek, Sukmadi Jaya Rukmana, mengatakan Jalan Ciparay–Warungbanten dulunya merupakan jalur strategis untuk mengangkut material tambang dari wilayah selatan Lebak pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, jalur tersebut kembali memiliki peran penting. Menurut Sukmadi, PT ANTAM menggunakan ruas jalan itu sebagai akses mobilisasi hasil tambang, termasuk pengangkutan logam mulia dalam jumlah besar.

- Advertisement -
Ad image

“Dulu jalan ini sangat ramai. Berton-ton mineral tambang diangkut melalui jalur ini, dan pada saat itu jalan dirawat oleh PT ANTAM,” ujar Sukmadi.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Selama bertahun-tahun, keberadaan jalan tersebut tidak hanya mendukung aktivitas perusahaan tambang, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Citorek dan Cibeber.

Setelah PT ANTAM menghentikan operasinya, ruas jalan tersebut kemudian menjadi jalan provinsi. Dengan demikian, kewenangan pemeliharaan dan pembangunan berada di Pemerintah Provinsi Banten.

Sukmadi menyebut sejumlah titik jalan sempat mendapat penanganan berupa pengaspalan. Namun, belakangan masyarakat mendapat informasi bahwa kewenangan ruas Ciparay–Warungbanten telah dilimpahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

“Katanya sekarang kewenangannya sudah dilimpahkan ke pemerintah kabupaten, tapi masyarakat belum melihat penanganan yang memadai,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Sukmadi, persoalan jalan tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah infrastruktur biasa. Jalan Ciparay–Warungbanten merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Ruas ini juga dinilai strategis untuk mendukung akses menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah selatan Lebak, khususnya bagi wisatawan yang datang dari arah Bogor melalui Citorek.

Selain itu, di sepanjang jalur tersebut masih terdapat sebuah jembatan peninggalan masa kolonial. Jembatan itu menjadi salah satu bukti sejarah pentingnya ruas Ciparay–Warungbanten pada masa lalu.

- Advertisement -
Ad image

Keberadaan jembatan tersebut, kata Sukmadi, seakan mengingatkan bahwa jalan itu pernah menjadi jalur strategis dalam aktivitas pertambangan dan pengangkutan hasil sumber daya alam.

“Jalan ini penuh dengan memori sejarah bangsa. Dulu begitu penting bagi negara, lalu apakah sekarang tidak lagi penting?” ujarnya.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai status kewenangan jalan sekaligus melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Menurutnya, pembenahan jalan diperlukan agar akses tersebut kembali layak dilalui dan dapat mendukung aktivitas ekonomi serta pengembangan pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Lebak.

“Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi ketika menginjakkan kaki di jalan ini rasanya seperti kembali ke zaman kakek-nenek kita, entah ketika kata ‘merdeka’ belum ada atau masih berada di bawah kekuasaan Ratu Wilhelmina,” tutup Sukmadi. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kontrak Farming 1.500 Hektare Perseroda Lebak Niaga Dinilai Jadi Peluang Besar bagi Petani Lebak
Selanjutnya Wabup Amir Hamzah Luncurkan Bantuan Beras 2026 di Lebak
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com