Kobarnews.id, LEBAK – Menjadi pesepakbola profesional bukan perkara instan. Butuh disiplin, kerja keras, komitmen, dan ketekunan. Pesan itulah yang disampaikan pesepakbola profesional sekaligus alumni Pondok Modern Manahijussadat, Januar Eka Ramadhan, saat berbagi pengalaman dengan para santri.
Januar menjadi pembicara dalam Talk Show Alumni yang digelar di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern Manahijussadat, Serdang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2026).
Alumnus Pondok Modern Manahijussadat angkatan 2013 itu dikenal pernah memperkuat Persebaya Surabaya. Di hadapan para santri, Januar mengisahkan perjalanan panjangnya hingga mampu menembus dunia sepak bola profesional.
“Untuk menjadi pesepakbola profesional itu tidak mudah. Harus ada komitmen yang kuat, disiplin, dan tekun berlatih,” ujar Januar.
Menurut dia, cita-cita besar harus dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar dan berproses. Karena itu, ia meminta para santri tidak minder atau membatasi diri hanya karena menempuh pendidikan di pesantren.
“Yang terpenting adalah tetap fokus pada tujuan, terus belajar, berusaha, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” katanya.
Talk Show Alumni tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-30 Pondok Modern Manahijussadat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para santri untuk melihat langsung perjalanan para alumni setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Guru Pondok Modern Manahijussadat, Yudi Nurhadi, mengatakan kehadiran para alumni menjadi momentum penting untuk membuka wawasan santri mengenai berbagai pilihan masa depan.
“Para santri bisa melihat langsung bahwa alumni Manahijussadat memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang,” ujar Yudi.
Selain Januar, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah alumni dengan latar belakang profesi yang beragam. Mereka antara lain Helen Sefia, A.Md.Keb., di bidang usaha; Dida Darul Ulum, M.Ud., sebagai dosen; Faisal Aristama sebagai wartawan nasional; serta Dr. Didi Ari Wibowo, M.M., M.A.R.S., sebagai dokter.
Turut hadir Teuku Banta Arhas PKT Praka yang mengabdi sebagai anggota TNI dan Brigadir Enjam Jamaludin sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Para alumni tidak hanya menceritakan kesuksesan, tetapi juga berbagai proses dan tantangan yang mereka lalui. Mulai dari pendidikan, membangun karier, hingga menghadapi persaingan di dunia profesional.
Kisah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa lulusan pesantren memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan diri. Tidak hanya di bidang keagamaan, para santri juga dapat menekuni olahraga, kewirausahaan, pendidikan, jurnalistik, kesehatan, maupun pengabdian kepada negara.
Suasana talk show berlangsung akrab. Para santri tampak antusias menyimak pengalaman para alumni dan mendapatkan motivasi untuk terus mengasah kemampuan.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Modern Manahijussadat ingin menanamkan keyakinan bahwa latar belakang pesantren bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Kisah Januar menjadi salah satu bukti. Dari lingkungan pesantren, ia mampu menapaki jalan menuju sepak bola profesional.
Pesannya sederhana: cita-cita besar harus dibarengi kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah. (Dian)




