Kobarnews.id, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni menyebut produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor. Pemprov Banten berkomitmen meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk UMKM agar memenuhi standar pasar internasional.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Jalan C3 Panjang, Benda, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).
“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak berhenti sebagai komoditas yang diproduksi dan dikonsumsi di dalam daerah,” kata Andra Soni.
Dia mengapresiasi Badan Karantina Indonesia dan BKHIT Banten yang menggelar kegiatan Merdeka Ekspor. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen memperkuat ekspor komoditas unggulan Banten sekaligus mendorong UMKM masuk ke pasar internasional.
“Karena itu, kehadiran Klinik Ekspor sebagai sesuatu yang sangat strategis. Pelaku UMKM membutuhkan informasi, konsultasi, pendampingan, fasilitasi, kepastian persyaratan, dan akses terhadap jejaring pasar,” ujarnya.
Andra Soni juga mengapresiasi Bazar UMKM Orientasi Ekspor. Dia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.
“Kita ingin UMKM Banten bukan hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan produksi, konsistensi mutu, kemasan, legalitas, sertifikasi, dan kapasitas memenuhi permintaan pasar global,” tuturnya.

Menurutnya, kualitas menjadi salah satu faktor utama dalam perdagangan internasional. Produk yang akan masuk ke pasar global harus memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan.
“Dalam perdagangan internasional, kualitas adalah bahasa yang dipahami semua negara. Produk yang masuk ke pasar global harus mematuhi standar yang ditetapkan negara tujuan. Di sinilah peran karantina sangat penting,” katanya.
Andra Soni menegaskan sinergi antara Badan Karantina Indonesia dan Pemprov Banten perlu terus diperkuat. Dia ingin ekosistem ekspor Banten dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Kita ingin ekosistem ekspor Banten bekerja dari hulu sampai hilir. Pemprov Banten akan terus mendorong UMKM untuk naik kelas,” ucapnya.
Ekspor Banten Meningkat
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya berupaya menjadikan karantina sebagai fasilitator sekaligus akselerator ekspor.
Badan Karantina Indonesia, kata dia, memberikan pelatihan terkait standar negara tujuan ekspor untuk meningkatkan daya saing produk.
“Masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsistensi mutu produk,” ujar Abdul Kadir.
Dia menambahkan, persyaratan ekspor tidak hanya berkaitan dengan kualitas dan kesehatan produk. Proses produksi, treatment, hingga lokasi pengolahan juga menjadi bagian yang diperhatikan.
Sementara itu, Kepala BKHIT Banten Dumasari Margaretha melaporkan adanya peningkatan ekspor komoditas yang dikarantina di wilayah Banten. Ekspor hewan tercatat naik 21%, ikan meningkat 279%, sedangkan tumbuhan naik 25,4%.
“Ekspor didominasi ke Asia Timur dan Asia Tenggara,” kata Dumasari.
Andra Soni bersama Abdul Kadir kemudian meninjau Mini Expo Ekspor BKHIT Banten. Sejumlah komoditas yang ditampilkan antara lain tanaman hias, tanaman akuarium, kaligrafi kulit, buah naga, manggis, salak, serai, daun rajang kering, olahan sarang burung walet, burung lovebird, ikan mas sinyonya, kelinci, dan tas pandan.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar Klinik Ekspor, vaksinasi hewan peliharaan, Bazar UMKM, serta pelepasan ekspor sarang burung walet, manggis, dan kepiting dengan nilai total mencapai Rp 40,8 miliar. (Red/Rez)




