Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni punya perhatian serius terhadap pembinaan atlet muda. Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi futsal dan cabang olahraga lainnya.
Menurut Andra, atlet muda tidak cukup hanya digembleng melalui latihan. Jam terbang bertanding juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk mental juara.
Pesan itu disampaikan Andra saat membuka Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026 di Lapangan LJ Futsal, Legok, Kota Serang, Sabtu (22/8/2026).
“Latihan tiap hari, tetapi kalau tidak pernah bertanding, tidak terjadi peningkatan. Oleh karena itu saya minta kepada PSSI dan Pengurus Federasi Futsal Banten untuk sebanyak-banyaknya membuat pertandingan atau memberikan event kepada atlet-atlet muda kita,” kata Andra.
Dia menilai kompetisi memberikan pengalaman berharga bagi atlet untuk menguji kemampuan, menghadapi tekanan, sekaligus belajar bersaing secara sehat.
Andra kemudian mencontohkan Brasil yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam pembinaan sepak bola. Salah satu kuncinya, kata dia, adalah banyaknya kesempatan bertanding yang diberikan kepada pemain muda.
“Semakin sering bertanding, semakin matang kemampuan dan mental seorang atlet,” ujarnya.
Ada Ibnu Alan
Andra optimistis Banten memiliki banyak talenta olahraga yang bisa berbicara di level nasional hingga internasional. Salah satu buktinya adalah Ibnu Alan, atlet futsal asal Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Ibnu kini dipercaya menjadi kapten Timnas Futsal U-17 Indonesia pada turnamen internasional U-17 VI Nations di Spanyol.
Sebelumnya, Ibnu juga sukses membawa Timnas Futsal U-16 Indonesia menjuarai ASEAN Cup Futsal 2025. Tak hanya itu, dia menyabet penghargaan sebagai Best Player.
Bagi Andra, prestasi Ibnu menjadi bukti bahwa atlet dari daerah mampu bersaing di level lebih tinggi jika mendapat pembinaan dan kesempatan bertanding yang memadai.
“Ibnu adalah contoh anak muda yang memiliki prestasi. Saya yakin masih banyak anak-anak Banten yang punya peluang maju ke tingkat nasional, asal kesempatan bertandingnya diberikan,” tegasnya.
Tak hanya soal olahraga, Andra juga meminta masa depan pendidikan para atlet muda ikut diperhatikan. Pelajar berprestasi di bidang olahraga yang telah melalui proses validasi diharapkan mendapat kemudahan mengakses pendidikan.
Dia juga mendorong agar atlet berprestasi memperoleh beasiswa. Dengan begitu, pendidikan dan prestasi olahraga bisa berjalan beriringan.
“Pemain-pemain yang berprestasi juga tolong dicarikan beasiswa, supaya mereka bisa olahraga,” katanya.
Jadi Agenda Tahunan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin berharap Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten bisa menjadi agenda tahunan.
Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar pertandingan. Kompetisi menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat, minat, kreativitas, sekaligus membangun sportivitas.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaring talenta terbaik untuk mewakili Banten di tingkat nasional dan internasional.
Tahun ini, kompetisi diikuti 16 tim. Masing-masing merupakan dua tim terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Banten.

Total kegiatan melibatkan 312 orang, terdiri dari 224 peserta, 48 ofisial, delapan ketua kontingen, 12 wasit, dan 20 petugas pertandingan.
Para juara mendapatkan trofi dan piagam penghargaan dari Gubernur Banten. Juara pertama diganjar hadiah Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, sedangkan juara ketiga Rp15 juta.
Pembukaan turut dihadiri Ketua KONI Banten Agus Rasyid, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten Awal Pasenggong, serta sejumlah organisasi dan unsur pembinaan olahraga.
Di sela pertandingan, Andra kembali mengingatkan para pemain agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
Dia meminta para peserta menjaga sportivitas, persaudaraan, dan persahabatan selama bertanding. Sebab, olahraga juga menjadi sarana membentuk karakter, disiplin, mental, dan kepemimpinan generasi muda Banten.
“Bertandinglah secara sportif, jaga persaudaraan, jaga persahabatan, gunakan teknik kalian sebaik-baiknya dan jangan pernah berpikir mencederai kawan maupun lawan. Karena inti dari olahraga adalah sportivitas,” pungkas Andra. (Red)




