kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNasionalNewsViral

Gubernur Banten Pantau Anak Krakatau: Keselamatan Rakyat Harga Mati

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
6 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Gubernur Andra Soni bersama Bupati Pandeglang dan Bupati Serang melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dia memastikan pemerintah daerah siap menghadapi potensi dampak erupsi.

Andra memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Andra memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilawati.

Andra mengatakan hasil pemantauan PVMBG menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga.

- Advertisement -
Ad image

“Berdasarkan pemantauan PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan penurunan,” kata Andra kepada awak media usai melakukan pematauan.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota dan PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut. Koordinasi dan langkah mitigasi juga diperkuat hingga tingkat desa.

Gubernur Andra Soni saat memberikan keterangan kepada awak media di Anyer Serang.

Pemprov Banten memastikan kesiapan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Andra meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Dia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata dia, harus mengacu pada keterangan lembaga resmi.

- Advertisement -
Ad image

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” tegasnya.

Siapkan 5.000 Box Masker

Pemprov Banten juga mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat. Sebanyak 5.000 box masker disiapkan untuk dibagikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

“Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas,” ujar Andra.

- Advertisement -
Ad image

Andra kembali mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Pemerintah bersama PVMBG dan pemerintah kabupaten/kota akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kita terus pantau. Sama-sama kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Aktivitas Menurun, Potensi Erupsi Masih Ada

Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan hasil pemantauan instrumen menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti potensi erupsi telah hilang.

Menurut Rita, potensi erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.

Dia menjelaskan arah sebaran abu vulkanik sangat dipengaruhi kondisi angin. Berdasarkan pemantauan pada 6 September, abu bergerak ke arah barat, menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia.

“Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari,” kata Rita.

PVMBG menggunakan sejumlah stasiun pengamatan untuk memantau pergerakan abu. Pemantauan juga dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia.

Data sebaran abu menjadi penting untuk mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.

Rita mengingatkan aktivitas gunung api tidak selalu dapat dilihat secara kasatmata. Perubahan status gunung api juga tidak semata-mata ditentukan berdasarkan besar atau kecilnya erupsi.

Potensi ancaman terhadap masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan rekomendasi keselamatan.

Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km

PVMBG saat ini merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Rita menegaskan tidak ada yang dapat memastikan kapan erupsi terjadi atau kapan aktivitas gunung api berhenti.

“Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” jelasnya.

PVMBG memastikan pemantauan Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Sejumlah stasiun pengamatan yang saling menunjang disiapkan untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas gunung api tersebut. (Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Andra Soni Minta Warga Pakai Masker
Selanjutnya Viral! Kaos Bertuliskan ‘Tahanan 390 Nusakambangan’ Muncul di Masjid Al Araf, Bikin Jemaah Kaget
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com