Kobarnews.id, PANDEGLANG – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Polres Pandeglang mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membersihkan abu yang berserakan di sejumlah ruas jalan utama.
Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi mengatakan penyemprotan dilakukan untuk mengurangi endapan abu vulkanik yang masih menutupi sejumlah ruas jalan, termasuk jalan protokol di Kabupaten Pandeglang.
“Tadi pagi (Selasa pagi) kami sudah melakukan penyemprotan ruas jalan yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Dhyno kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

AKBP Dhyno mengatakan penyemprotan akan dilanjutkan ke ruas jalan lainnya, termasuk kawasan permukiman warga. Dalam penanganan tersebut, Polres Pandeglang juga mendapat bantuan dari TNI AD.
“Nanti kami akan mulai memasuki kawasan permukiman lainnya. Kami juga dibantu rekan-rekan TNI AD yang memiliki kendaraan water cannon,” ujarnya.
Babinsa Bagikan Masker
Selain pembersihan jalan, aparat TNI bersama pemerintah desa membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilakukan Babinsa Koramil 0108/Bojong, Kodim 0601/Pandeglang, bersama perangkat Desa Kolelet di wilayah Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Pandeglang.
Babinsa Koramil 0108/Bojong Kopka Agus mengatakan pembagian masker merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat.
“Penggunaan masker diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dari paparan debu atau partikel di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan,” katanya.
Selain membagikan masker, Babinsa dan perangkat desa mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Warga diminta untuk selalu memperhatikan informasi dan arahan dari instansi terkait, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” ujarnya.
Sekretaris Desa Kolelet Supriatna menyatakan pihaknya mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Babinsa dan pemerintah desa penting untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Upaya tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, serta dapat mengambil langkah-langkah pencegahan secara tepat,” katanya.
Pandeglang Perkuat Kesiapsiagaan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama ratusan personel tim gabungan mengikuti apel pengerahan Satgas PRCPB Kodam III/Siliwangi untuk membantu penanggulangan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Korem 064/MY, termasuk Kodim 0601/Pandeglang.
Apel tersebut melibatkan jajaran Pemkab Pandeglang, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya. Kegiatan digelar di Alun-alun Pandeglang, Senin (7/9).
Dewi menegaskan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus disikapi secara serius dan terukur dengan mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang.
“TNI, Polri dan seluruh unsur terkait berada dalam kondisi siap untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi perkembangan situasi kedaruratan,” tegasnya. (Red/Riyan)




