Kobarnews.id, PANDEGLANG – Tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Memasuki hari kelima pencarian, tim menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban.
Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan pencarian hari ini melibatkan 14 unsur, termasuk unsur udara. Tim SAR membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor.
“Hari ini yang kita gerakkan ada 14 unsur, termasuk unsur udara. Kita membagi menjadi tujuh sektor,” kata Al Amrad yang didampingi Danlanal Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026) pukul 19.30 WIB di Posko Pencarian Carita.
Menurut Al Amrad, masing-masing sektor disisir oleh sejumlah kapal dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait. Penyisiran dilakukan selama beberapa jam dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan wilayah pencarian.

Pada sektor pencarian di sekitar perairan selatan Gunung Anak Krakatau, tim menemukan sejumlah barang. Barang yang ditemukan antara lain jeriken berwarna biru, pelampung berwarna merah, pelampung berwarna oranye, serta jaket berwarna merah.
“Pada pukul 10.05 WIB kita menemukan jeriken minyak berwarna biru. Kemudian ditemukan pelampung berwarna merah, pelampung berwarna oranye, dan pada pukul 18.09 WIB kembali ditemukan jaket berwarna merah,” jelasnya.
Barang-barang tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Basarnas masih memastikan apakah barang-barang tersebut memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.

Al Amrad mengatakan pencarian juga diperluas berdasarkan perhitungan arah angin dan arus laut. Tim SAR turut berkoordinasi dengan sejumlah pihak di wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergeseran benda atau korban.
“Kita terus melakukan koordinasi dan berdasarkan pergeseran angin dan arus, pencarian akan menjadi dasar untuk menentukan perluasan sektor berikutnya,” ujarnya.
Dalam operasi hari ini, pencarian melalui jalur udara juga menghadapi kendala cuaca. Pesawat yang dikerahkan sempat mengalami gangguan jarak pandang akibat kabut tebal.
“Untuk unsur udara, tadi take off kurang lebih 41 menit. Kondisi cuaca berkabut sehingga pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.
Basarnas akan melakukan evaluasi seluruh hasil operasi hari kelima untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.
“Besok pagi kita akan evaluasi hasil pencarian hari ini, termasuk kendala yang ditemukan dan tanda-tanda yang kita dapatkan. Itu akan menjadi dasar untuk perluasan pencarian,” pungkas Al Amrad. (Red/Ris)




