Kobarnews.id, PANDEGLANG – Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga awak Speedboat Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Memasuki hari kedelapan, pencarian terkendala kabut tebal yang membatasi jarak pandang.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Selasa (15/9/2026) berawan dan berkabut. Jarak pandang di laut hanya sekitar 1-1,5 mil laut.
“Cuaca di lapangan berawan dan berkabut. Jarak pandang sekitar 1 sampai 1,5 nautical mile, sedangkan tinggi gelombang bervariasi antara 0,5 hingga 2,5 meter,” kata Al Amrad.
Meski jarak pandang terbatas, gelombang di sebagian besar wilayah pencarian masih relatif rendah, yakni sekitar 0,5-0,75 meter.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan seluruh unsur SAR di lapangan, gelombang di sebagian besar area pencarian masih berkisar 0,5 sampai 0,75 meter,” ujarnya.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi terpantau di wilayah yang mengarah ke Samudera Hindia. Ketinggian gelombang di kawasan tersebut mencapai 2,5 meter.
Tim SAR diminta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan penyisiran di wilayah tersebut.
20 Armada Dikerahkan
Untuk memperluas pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan 20 armada laut. Armada tersebut terdiri dari empat KRI TNI AL, tiga KN SAR, delapan kapal Polairud, satu RBB TNI AL, serta kapal pendukung Basarnas dan instansi lainnya.
“Untuk unsur laut yang terlibat dalam operasi SAR hari kedelapan ada 20 armada dari TNI AL, Basarnas, Polairud, dan unsur gabungan lainnya,” tutur Al Amrad.
Pencarian dibagi ke sejumlah sektor. Di antaranya Teluk Belimbing di Lampung, Pulau Panaitan, perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, hingga tenggara Pulau Sebesi.
Seluruh unsur SAR melakukan penyisiran selama 8-10 jam.
Namun, hingga operasi hari kedelapan berakhir, tim SAR belum menemukan Speedboat Arupadhatu I maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
“Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca, gelombang, dan jarak pandang di wilayah Selat Sunda,” ujarnya.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau
Selain cuaca dan gelombang, tim SAR juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di sekitar area pencarian.
Basarnas menyebut status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Namun, tidak terjadi erupsi selama pencarian pada hari kedelapan.
“Status Gunung Anak Krakatau masih Level III dan hari ini tidak ada erupsi,” kata Al Amrad. (Red)




