Kobarnews.id, PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni merespons keluhan warga terkait kondisi jalan di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Jalan tersebut dijanjikan mulai dibangun pada Oktober 2026.
Andra meninjau langsung kondisi jalan tersebut pada Rabu (12/8/2026). Pembangunan akan dilakukan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Andra mengatakan status jalan yang merupakan jalan kabupaten atau jalan desa tidak menjadi alasan pemerintah mengabaikan kebutuhan masyarakat.
“Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu, tapi saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan,” kata Andra.
Dia mengatakan pembangunan akan diusulkan melalui perubahan APBD 2026. Pada tahap awal, jalan yang dibangun ditargetkan sepanjang 700 meter hingga 1 kilometer.
“Insya Allah, Oktober 2026 akan kita bangun,” ujarnya.
Andra meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat untuk menentukan titik prioritas pembangunan.

Salah satunya tanjakan yang sulit dilalui kendaraan saat musim hujan. Kondisi jalan tersebut juga disebut menghambat kendaraan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain jalan, Andra menyoroti tiga jembatan yang telah berusia puluhan tahun. Dia meminta kondisi jembatan tersebut turut diperiksa dan diperbaiki jika diperlukan.
Persoalan drainase juga menjadi perhatian. Andra meminta pembangunan jalan tidak menutup saluran air di depan rumah warga.
Jalan yang akan dibangun direncanakan memiliki lebar minimal 4 meter.
“Jangan sampai pembangunan jalan malah menutup saluran air masyarakat,” katanya.
Bangun Jalan Desa untuk Kurangi Kesenjangan
Andra mengatakan pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan pembangunan. Program tersebut juga disebut sebagai bentuk penerjemahan Asta Cita Presiden dengan membangun dari desa.
“Sebagai perwakilan Pak Presiden di daerah, saya harus menerjemahkan itu dengan membangun jalan desa, agar menumbuhkan ekonomi setempat,” ujarnya.
Dia menyebut Pemprov Banten telah membangun sekitar 71 kilometer jalan desa dengan konstruksi beton sepanjang 2025. Selain itu, sekitar 407 kilometer jalan lingkungan juga telah dibangun.
Namun, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap karena luas wilayah dan jumlah penduduk Banten cukup besar.
“Jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Jadi memang harus bersabar, harus pelan-pelan. Perlahan kita kerjakan,” tuturnya.
Andra juga meminta warga bersabar selama proses pembangunan. Khusus jalan beton, warga diminta tidak melintas selama proses pengeringan.
Menurutnya, beton membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mengering agar memiliki daya tahan yang panjang.
“Beton itu perlu waktu untuk kering 28 hari, nggak boleh diinjak, supaya tahan berpuluh-puluh tahun,” katanya.
Warga Berharap Jalan Segera Dibangun
Kepala Desa Cijaralang Sa’i mengapresiasi kedatangan Andra Soni yang turun langsung mendengarkan aspirasi warga.
Dia mengatakan kehadiran gubernur menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Desa Cijaralang. Warga berharap pembangunan jalan yang selama ini diimpikan dapat segera terwujud.
“Kebahagiaan bagi kami selaku masyarakat Desa Cijaralang. Harapan kami ini adalah bukan hanya mimpi,” ujar Sa’i.
Sa’i mengatakan warga telah lama berharap ada pemimpin yang datang langsung ke desa mereka.
“Mungkin kami dari tahun berapa sampai sekarang hanya mengangan-angankan ingin ada pemimpin yang duduk di desa kami, tapi ini sekelas Gubernur, Alhamdulillah. Ini mungkin perdana, hanya Bapak Andra Soni yang bisa singgah di desa kami,” katanya.
Dia berharap pembangunan jalan yang telah diusulkan masyarakat segera direalisasikan. Salah satu ruas yang menjadi perhatian yakni Cikadu-Cengkok sepanjang sekitar 3.600 meter.
“Harapan kami semoga pada hari ini membawa mimpi kami menjadi kenyataan. Itu harapan kami yang sangat kami harapkan,” tuturnya.
Tokoh pemuda setempat, Mansur, mengatakan buruknya kondisi jalan telah dirasakan warga selama puluhan tahun. Bahkan, kondisi tersebut sudah dia rasakan sejak masih bersekolah.
Mansur yang kini berusia 40 tahun mengatakan warga harus berjalan kaki dan kerap terjatuh karena kondisi jalan yang sulit dilalui.
“Saya sudah berusia, genap pada tahun ini 40 tahun dan 40 tahun seperti ini saja jalannya. Bahkan masa-masa kami sekolah pun jalan kaki sampai sering jatuh,” ungkapnya.
Menurut Mansur, kedatangan Andra Soni ke Kampung Buluh menjadi momen bersejarah bagi warga. Dia berharap rencana pembangunan jalan tersebut benar-benar terealisasi.
“Harapan kami ke Bapak, satu-satunya sebagai orang tua kami, hari ini kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak Gubernur dan langsung akan membangun jalan kami,” pungkasnya. (Red/Ris)




