Kobarnews.id, SERANG – Tradisi tahunan Bedolan Pamarayan di Kabupaten Serang, Banten, dipastikan digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Setelah sempat mengalami perubahan jadwal, kegiatan yang ditandai dengan pembukaan pintu air Bendung Gerak Pamarayan Baru itu akan berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Kepastian jadwal tersebut diperoleh setelah koordinasi dan musyawarah yang melibatkan perwakilan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Serang, Polres Serang, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3).
Berdasarkan surat sosialisasi panitia tertanggal 13 Oktober 2026, pembukaan pintu air akan dilakukan dengan elevasi maksimal 11 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Panitia menyebut pengaturan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, terutama untuk mengantisipasi risiko gerusan air dan longsor di sepanjang bantaran sungai.
Bedolan Pamarayan tidak hanya menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut musim tanam, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan warga sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Dalam rangkaian acara tahun ini, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari tradisi menangkap ikan bersama, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), istigasah, hingga pertunjukan wayang golek semalam suntuk.
Tradisi tahunan tersebut juga menjadi momentum bagi warga Pamarayan yang merantau untuk pulang kampung dan bersilaturahmi dengan keluarga.
Salah satunya Suhendi, warga asli Pamarayan yang kini tinggal di Jakarta dan bekerja di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Ia mengaku menyempatkan diri pulang untuk mengikuti tradisi tersebut.
“Bedolan Pamarayan ini bukan cuma soal menangkap ikan, tapi soal merawat memori masa kecil dan silaturahmi. Saya yang sehari-hari dinas di Jakarta pun bela-belain mudik Sabtu ini. Momen setahun sekali seperti ini harus dijaga dan dimeriahkan bersama seluruh warga,” ujar Suhendi melalui pesan singkat.
Panitia Diminta Antisipasi Kerumunan
Antusiasme masyarakat terhadap Bedolan Pamarayan turut menjadi perhatian terkait pengamanan dan keselamatan pengunjung. Ribuan warga diperkirakan memadati lokasi untuk mengikuti tradisi menangkap ikan, termasuk berburu ikan baung yang menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut.
Redaksi Kobarnews.id mengingatkan panitia dan aparat terkait agar mengantisipasi kepadatan massa, terutama di area sungai yang berpotensi memiliki arus deras dan kondisi bantaran yang rawan longsor.
Pengawasan di titik-titik berisiko perlu diperhatikan agar kegiatan budaya tersebut berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban.
Masyarakat, termasuk kelompok Badan Perkumpulan Petani Pemakai Air (BPP), juga diimbau menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Dengan persiapan yang matang dan kepatuhan seluruh pengunjung terhadap aturan keselamatan, Bedolan Pamarayan diharapkan dapat berlangsung lancar sekaligus menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. (Red/Oyo)





