Kobarnews.id, BANTEN – Selat Sunda tak hanya dikenal dengan panorama laut dan keberadaan Gunung Anak Krakatau. Kawasan tersebut juga lekat dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat pesisir Banten dan Lampung.
Salah satu cerita yang hingga kini masih diperbincangkan adalah keberadaan “kerajaan gaib” di dasar laut sekitar Gunung Anak Krakatau. Cerita tersebut berkembang dari pengalaman masyarakat, terutama nelayan, yang mengaku mendengar suara-suara aneh ketika melaut pada malam hari.
Armani, salah seorang nelayan asal Carita, Banten, mengaku kerap mendengar suara yang menurutnya sulit dijelaskan ketika berada di laut pada malam hari.
“Kalau malam kita ke laut untuk mencari ikan, ada saja suara aneh di dalam laut. Entah itu suara gamelan atau suara auman seperti binatang. Pokoknya macam-macam,” kata Armani kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Cerita mengenai suara misterius, sosok gaib hingga kerajaan di dasar laut kemudian menjadi bagian dari folklore masyarakat sekitar Selat Sunda. Namun, cerita tersebut perlu dibedakan dari fakta ilmiah mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Cerita Kerajaan Gaib di Dasar Laut
Masyarakat pesisir Banten dan Lampung mengenal berbagai kisah mengenai keberadaan dunia gaib di sekitar Selat Sunda. Salah satunya adalah cerita tentang kerajaan yang dipercaya berada di bawah laut.
Pusaran air, perubahan kondisi laut, maupun fenomena alam yang dianggap tidak biasa terkadang dikaitkan dengan aktivitas makhluk atau penghuni dunia gaib.
Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan cerita rakyat yang berkembang secara turun-temurun. Belum ada bukti ilmiah yang membuktikan keberadaan kerajaan gaib di dasar laut Selat Sunda.
Suara Gamelan hingga Suara Auman
Cerita lain yang cukup populer adalah suara-suara misterius yang terdengar dari arah laut atau Gunung Anak Krakatau. Sebagian masyarakat mengaitkannya dengan keberadaan makhluk gaib.
Dalam penjelasan ilmiah, kawasan Gunung Anak Krakatau merupakan wilayah gunung api aktif. Aktivitas vulkanik dapat menghasilkan berbagai suara dan getaran.
Karena itu, suara yang terdengar di sekitar kawasan tersebut tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai fenomena gaib. Kondisi laut, aktivitas vulkanik, angin, serta faktor lingkungan lainnya juga dapat memengaruhi suara yang didengar masyarakat.
Kisah Sosok Kakek Berjubah Putih
Selain suara misterius, berkembang pula cerita tentang sosok lelaki tua berjubah putih yang disebut-sebut terlihat di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Seorang paranormal yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku pernah melihat sosok tersebut.
“Saya sering melihat kakek berjubah putih berada di atas air laut. Kakek tersebut melihat ke arah Gunung Anak Krakatau seperti sedang berbicara atau berdoa. Kalau suara-suara aneh sudah biasa didengar di sekitar laut,” ujarnya.
Cerita tersebut merupakan kesaksian personal dan bagian dari kepercayaan masyarakat. Hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang dapat memastikan keberadaan sosok tersebut.
Mitos Satwa Hilang Sebelum Tsunami
Cerita mistis juga muncul setelah peristiwa runtuhnya sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau yang memicu tsunami Selat Sunda pada 2018.
Di tengah masyarakat berkembang cerita bahwa sejumlah satwa di kawasan gunung api tersebut menghilang sebelum bencana karena berpindah ke “dimensi lain”.
Dari perspektif ilmiah, perilaku satwa menjelang aktivitas vulkanik atau bencana alam dapat dipengaruhi perubahan lingkungan, getaran, suara berfrekuensi rendah, maupun perubahan kondisi habitat.
Dengan demikian, perilaku satwa tidak harus dijelaskan melalui fenomena supranatural.
Anak Krakatau Muncul dari Kaldera 1883
Di balik berbagai cerita mistis tersebut terdapat fakta geologi yang tidak kalah menarik.
Gunung Anak Krakatau muncul dari kawasan kaldera yang terbentuk akibat letusan besar Krakatau pada 1883. Aktivitas erupsi kemudian melahirkan gunung api baru yang terus tumbuh dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Kemunculan Anak Krakatau pada 1927 menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan gunung api tersebut. Hingga kini, aktivitas vulkaniknya masih menjadi perhatian para ahli dan pemerintah.
Mitos dan Fakta Perlu Dipisahkan
Berbagai kisah tentang kerajaan gaib, suara gamelan, sosok penjaga hingga satwa yang dipercaya berpindah dimensi menunjukkan kuatnya tradisi lisan masyarakat di sekitar Selat Sunda.
Mitos tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari kekayaan budaya dan cara masyarakat memaknai lingkungan tempat mereka hidup. Namun, cerita mistis sebaiknya tidak disamakan dengan fakta ilmiah.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif sehingga aspek keselamatan tetap menjadi hal utama bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Pada akhirnya, misteri Selat Sunda tidak hanya terletak pada cerita-cerita gaib yang berkembang di masyarakat, tetapi juga pada proses geologi dan aktivitas vulkanik yang membentuk kawasan tersebut hingga sekarang. (Red/Hikmat)




