Kobarnews.id, SERANG – Kemarau panjang mulai bikin warga di sejumlah wilayah Banten kelimpungan mencari air bersih. Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Banten turun tangan dengan menggelontorkan bantuan air bersih melalui program Air untuk Kehidupan.
Bantuan ini bukan sekadar mengirim air menggunakan tangki. Dompet Dhuafa juga membangun sejumlah fasilitas air bersih, mulai dari sumur bor, pipanisasi hingga tempat penampungan air.
Supervisor Remo Dompet Dhuafa Banten, Andi Setiadi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kampanye sedekah air untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih saat puncak musim kemarau.
“Yang pertama adalah pembangunan sumur bor atau ada juga wakaf sumur bor. Kemudian juga ada pipanisasi air, pembangunan penampungan air, dan yang terakhir distribusi air bersih untuk daerah yang terdampak kekeringan,” kata Andi dalam program Kentongan RRI Pro 1 Banten, Selasa (18/8/2026).
Menurut Andi, penyaluran air bersih sudah dilakukan di sejumlah titik. Pada Juli 2026, sekitar 8.000 liter air bersih dikirim ke Lingkungan Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2, Merak, Cilongok.
Tak berhenti di situ. Pada Agustus, giliran warga di Juhud, Kabupaten Pandeglang, yang mendapat bantuan serupa dengan volume sekitar 8.000 liter air bersih.
Dompet Dhuafa juga memiliki sejumlah fasilitas air bersih yang dibangun dari dana wakaf serta kerja sama dengan Dompet Dhuafa pusat dan para mitra. Di antaranya sumur bor di Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, serta fasilitas di sejumlah wilayah Lebak dan Kota Serang.
Bantuan Tak Asal Semprot
Andi menjelaskan, penentuan lokasi penerima bantuan dilakukan melalui proses verifikasi. Usulan bisa datang dari masyarakat maupun Dompet Dhuafa pusat.
Setelah itu, tim melakukan pendataan, wawancara, hingga pengecekan langsung ke lapangan. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan.
Maklum, ketika kemarau datang, air bersih menjadi barang berharga. Sebagian warga bahkan terpaksa mengambil air dari sungai atau sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran bantuan air bersih pun disambut antusias warga.
“Ketika Dompet Dhuafa Banten hadir untuk melakukan penyaluran air bersih di sana, mereka sangat senang sekali,” ujar Andi.
Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Banten yang tengah menghadapi krisis air bersih sekaligus menjadi solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur air. (Red/Ris)




