Kobarnews.id, PANDEGLANG – Gunung Anak Krakatau (GAK) masih beraktivitas dan berstatus Siaga Level III, namun kondisi berbeda terlihat di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.
Alih-alih sepi, wisatawan tetap berdatangan. Terlihat berdasarkan pantauan di lokasi Pantai Lagundi Carita, Bus-bus rombongan bahkan masih terlihat memasuki kawasan Pantai Lagundi 2, Carita, pada akhir pekan ini.
Pengelola Wisata Pantai Lagundi 2 Carita, Mujani mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang sempat membuat kawasan wisata merasakan getaran sejak malam hingga pagi.
“Memang sejak malam kita ada getaran. Jelasnya itu dari Gunung Anak Krakatau. Efeknya memang kita merasakan ada getaran,” kata Mujani, Sabtu (5/9/2026).
Meski begitu, kondisi kunjungan wisatawan sejauh ini masih terbilang stabil. Dari pantauan pengelola, sekitar 500 wisatawan telah datang sejak pagi hingga siang.
“Pengunjung masih masuk, masih berdatangan ke sini. Pengunjung sementara masih stabil,” ujarnya.
Jumlah tersebut memang masih di bawah kondisi normal saat akhir pekan. Mujani menyebut, dalam kondisi ramai, jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Hari ini kurang lebih 500 orang lebih. Biasanya mencapai seribu lebih,” tuturnya.
Mujani mengakui aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap menimbulkan rasa waswas. Namun, sebagai warga asli Carita, dia mengaku sudah terbiasa dengan fenomena aktivitas gunung api di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah kita biasa saja. Saya warga sini asli. Memang fenomena seperti ini sudah sejak dulu ada,” ungkapnya.
Mujani juga menyinggung pengalamannya mengikuti kegiatan camping bersama pihak yang disebutnya memahami vulkanologi di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Dia berpandangan bahwa aktivitas gunung api merupakan fenomena yang perlu dipantau. Namun, pernyataan mengenai kondisi erupsi atau potensi bahayanya tetap perlu mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang.
Untuk sementara, pengelola Pantai Lagundi 2 belum mengeluarkan imbauan khusus kepada wisatawan terkait aktivitas GAK.
Mujani mengatakan, langkah tersebut dapat berubah apabila getaran kembali terjadi secara terus-menerus hingga sore hari atau terdapat perkembangan kondisi yang dinilai perlu direspons.
“Sementara ini karena Anak Krakatau lagi stop aktifnya, kita belum ada imbauan. Kecuali getarannya non-stop hingga sore, pasti kita sebagai manajemen atau pengelola akan kasih imbauan,” jelasnya.
Dia memastikan getaran yang dirasakan terjadi sejak malam hingga pagi. Setelah itu, hingga siang hari, pengelola mengaku tidak lagi merasakan getaran.
“Iya betul, dari malam sampai pagi saja. Sementara ini sudah tidak merasakan getaran lagi,” ujarnya. (Red)




