Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni meminta Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Banten memperkuat nilai-nilai bela negara yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan ruang digital secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab.
Pesan itu disampaikan Andra saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) IARMI Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Minggu (2/8/2026).
Andra mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap IARMI menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat bela negara sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga IARMI Provinsi Banten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai bela negara, meningkatkan kesamaptaan, membangun ketahanan digital, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten,” ujar Andra.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan ruang pengabdian baru yang harus dimanfaatkan secara bijak. Di satu sisi, ruang digital membuka peluang besar bagi kemajuan pendidikan, ekonomi, pemerintahan, hingga pelayanan publik. Namun di sisi lain, berbagai tantangan juga muncul dan harus dihadapi bersama.
“Karena itu, bela negara di era digital harus dimaknai lebih luas dan kontekstual. Menjadi warga digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab merupakan salah satu bentuk nyata bela negara saat ini,” katanya.
Andra menilai nilai-nilai yang selama ini melekat pada Resimen Mahasiswa tetap relevan menjawab tantangan zaman. Semangat cinta tanah air, kata dia, bisa diwujudkan melalui media digital dengan memperkenalkan potensi daerah, mempromosikan budaya lokal, mendukung produk dalam negeri, hingga menyebarkan narasi positif tentang Indonesia dan Banten.
Ia berharap IARMI terus berkembang menjadi organisasi yang solid, profesional, dan adaptif. Selain menjaga semangat kebangsaan, IARMI juga diharapkan mampu memberikan gagasan dan rekomendasi terhadap berbagai isu strategis daerah.
“Kita memang tidak sedang menghadapi perang. Tetapi bela negara tidak selalu identik dengan perang. Bela negara sekarang juga bisa dilakukan melalui ruang digital,” tegasnya.
Andra juga menyambut baik arahan Sekretaris Jenderal DPN IARMI yang juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria terkait kolaborasi membangun desa.
“Kita akan tindak lanjuti program-program tersebut. Membangun desa tidak melulu berbasis anggaran, tetapi juga melalui pemetaan potensi dan berbagai bentuk kontribusi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar mengatakan IARMI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Resimen Mahasiswa Indonesia. Menurutnya, para alumni memiliki tanggung jawab menjaga eksistensi Menwa sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat bela negara di lingkungan perguruan tinggi.
Ia berharap seluruh jajaran IARMI semakin solid dalam mendukung penguatan Menwa sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pengabdian kepada masyarakat.
Senada, Sekretaris Jenderal DPN IARMI yang juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengajak seluruh pengurus IARMI Banten berperan aktif membangun desa sebagai implementasi nilai-nilai bela negara.
Menurut Riza, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum mempertegas komitmen alumni Menwa untuk terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap jajaran IARMI Provinsi Banten ikut terlibat dalam pembangunan daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota maupun desa,” katanya.
Riza menjelaskan, Kementerian Desa tengah menggagas Gerakan Nasional Percepatan Pembangunan Desa melalui program Sahabat Desa yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi profesi.
Melalui gerakan itu, setiap individu maupun organisasi didorong memiliki sedikitnya satu desa binaan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan desa.
“Prinsipnya kita semua diminta kembali ke desa. Bukan berarti tinggal di desa, tetapi memiliki kepedulian untuk membangun desa, mengembangkan potensinya, dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa,” pungkasnya. (Danu)




