Kobarnews.id – Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi aksi cepat warga dan nelayan di sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, yang membantu mengevakuasi penumpang KMP Batumandi saat kapal tersebut terbakar pada Selasa (20/10/2026).
Sebanyak 420 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat dalam insiden tersebut. Kapal itu juga mengangkut 89 unit kendaraan dan 40 orang kru.
Andra Soni mengatakan, bantuan warga, termasuk nelayan setempat, menjadi wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Mereka turut membantu menyelamatkan penumpang, termasuk bayi dan anak-anak, tanpa mengharapkan imbalan.
“Saya mengapresiasi reaksi spontan masyarakat dan para nelayan yang secara sukarela membantu evakuasi. Terima kasih kepada warga sekitar Merak yang telah menolong saudara-saudara kita,” ujar Andra Soni.
Terkait kondisi penumpang, sebanyak 16 orang sempat mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 11 orang dirawat di Puskesmas Pulomerak, sedangkan lima lainnya mendapat penanganan di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penumpang yang membutuhkan mendapatkan layanan kesehatan.
Andra Soni mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Menurutnya, kesimpulan harus menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian.
Dia juga mengingatkan operator penyeberangan agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah kejadian serupa dan menjamin keselamatan pengguna jasa.
Sementara itu, salah seorang penumpang, Dian Samudera Prabowo (32), menceritakan kepanikan saat kebakaran terjadi. Warga Prabumulih, Sumatera Selatan, itu berada di kapal bersama istri dan anaknya dalam perjalanan menuju Depok.
Dian mengatakan para penumpang mulai berusaha menyelamatkan diri setelah alarm kapal berbunyi. Mereka mencari pelampung dan saling membantu untuk keluar dari kapal.
Sebagian penumpang turun menggunakan seluncuran evakuasi dan tali kapal. Di saat bersamaan, sejumlah perahu nelayan mendekat untuk membantu proses penyelamatan.
“Alhamdulillah, kapal-kapal kecil milik warga sekitar Merak sangat membantu proses evakuasi kami,” kata Dian.
Dian mengaku terpaksa turun menggunakan tali tambang kapal demi menyelamatkan diri. Akibatnya, tangannya mengalami luka melepuh.
Meski mobilnya tertinggal di kapal, Dian bersyukur istri dan anaknya berhasil selamat dari insiden tersebut. (Red/Fidz)





