Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Banten. Menurutnya, tenaga kerja yang terampil dan kompeten menjadi kebutuhan penting bagi dunia industri.
Hal itu disampaikan Andra saat menghadiri Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa (1/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
“Pelatihan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja,” kata Andra.
Andra mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Dia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, adaptif, dan berdaya saing.
“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Andra, Pelatihan Vokasi Nasional juga dapat memperkuat kemitraan dan link and match antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri.
Dia berharap semakin banyak tenaga kerja memperoleh sertifikat kompetensi, siap memasuki dunia kerja, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan peluang usaha yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Keberadaan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” katanya.
Andra juga berharap sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan, BBPVP Serang, Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia usaha dan industri terus diperkuat.
“Dengan kolaborasi tersebut diharapkan semakin banyak warga Banten memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Airlangga Soroti Kesenjangan Kompetensi
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi menjadi motor utama penciptaan lapangan kerja formal. Dia menyebut investasi nasional pada semester II 2026 telah mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%.
Airlangga juga menyoroti kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan industri. Menurutnya, penguatan pelatihan vokasi, retraining, dan reskilling diperlukan untuk menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Tentu tadi disampaikan ada mismatch terkait dengan kompetensi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.
Dia mengatakan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan baru semakin besar seiring perkembangan industri. Karena itu, pekerja juga perlu meningkatkan soft skill dan etika kerja.
“Kalau kita tidak segera melakukan pelatihan, ini akan semakin ketinggalan. Oleh karena itu, saya mendorong agar adik-adik semua bisa meningkatkan soft skill dan mendorong etika kerja,” katanya.
Airlangga turut mendorong kerja sama pemerintah dan dunia usaha untuk memperbesar skala pelatihan vokasi. Menurutnya, fasilitas pelatihan pemerintah perlu dioptimalkan bersama fasilitas yang dimiliki dunia industri.
Menaker: 12 Ribu Peserta Lolos Pelatihan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan magang untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

Dia menyebut terdapat tambahan anggaran Rp 4,2 triliun untuk program magang dan Rp 1,7 triliun untuk pelatihan vokasi. Tambahan anggaran tersebut meningkatkan kapasitas program magang menjadi 150 ribu peserta dan pelatihan vokasi sebanyak 270 ribu peserta.
“Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi anak muda kita. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pastikan Anda lulus dengan baik sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, lebih dari 30 ribu orang mendaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos mengikuti pelatihan dengan durasi bervariasi, mulai dua minggu hingga dua bulan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi.
Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan program pelatihan vokasi pada 2026 dapat menjangkau hingga 330 ribu orang. Sejumlah bidang prioritas disiapkan, di antaranya welding, green skill, smart operation, agroforestry, kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital skill, dan hospitality.
“Jadilah generasi ke depan yang benar-benar kompeten daniliki daya saing, siap bekerja tidak hanya di skala nasional, tapi juga di skala global, internasional,” pungkasnya. (Red/Danu)




