Kobarnews.id, SERANG – Kinerja layanan infrastruktur Kota Serang mencatat hasil positif. Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) 2026 mencapai 73,08, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 72,84.
Namun, capaian tersebut bukan berarti pekerjaan rumah sudah tuntas. Hasil pengukuran masih menunjukkan perbedaan penilaian masyarakat di enam kecamatan. Kondisi ini menjadi bahan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menentukan prioritas pembangunan agar lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang, W. Hari Pamungkas, mengatakan hasil IKLI dapat menjadi pijakan dalam menyusun program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sesuai kebutuhan setiap wilayah.
“Perbedaan kebutuhan antarwilayah membuat pembangunan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Hasil kajian ini perlu digunakan untuk mengenali sektor yang membutuhkan penanganan lebih dahulu di setiap kecamatan,” kata Hari, Sabtu (17/10/2026).
Pengukuran yang dilakukan bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) itu mencatat nilai kualitas infrastruktur sebesar 74,83. Sementara tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 71,33.
Serang Tertinggi, Curug Terendah
Dari enam kecamatan yang diukur, Kecamatan Serang meraih nilai IKLI tertinggi, yakni 73,58. Posisi berikutnya ditempati Kasemen dengan 73,39, Cipocok Jaya 73,30, Walantaka 73,00, Taktakan 72,61, dan Curug 72,21.
Curug menjadi kecamatan dengan nilai terendah dalam pengukuran tersebut. Hasil ini menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Di Curug, prioritas penanganan dapat diarahkan pada jaringan jalan kota, drainase jalan, serta kelengkapan dan keselamatan jalan.
Sementara di Walantaka, kebutuhan yang disorot meliputi peningkatan sanitasi melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal atau tangki septik bersama, serta penguatan Bank Sampah.
Kecamatan Cipocok Jaya membutuhkan perhatian pada infrastruktur jalan, ruang terbuka hijau (RTH), dan sanitasi. Adapun Kecamatan Serang diarahkan untuk mempertahankan sekaligus menyempurnakan kualitas layanan yang telah berjalan baik.
Di Taktakan, peningkatan fasilitas pelayanan dan infrastruktur lingkungan menjadi perhatian. Sedangkan di Kasemen, kebutuhan meliputi akses air bersih, keselamatan jalan, fasilitas pelayanan, dan pengelolaan sampah.
Bukan Cuma Bangun Jalan
Hari menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik baru. Kualitas pelayanan, pemerataan akses, fungsi infrastruktur, kenyamanan, hingga pemeliharaan juga harus menjadi perhatian.
“Pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik baru. Peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan akses, keberfungsian infrastruktur, kenyamanan, pemeliharaan, serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, hasil IKLI dapat memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data. Dengan begitu, program pemerintah daerah diharapkan tidak sekadar berjalan rutin, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan.
Libatkan 600 Warga
Pengukuran IKLI 2026 dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner berisi pertanyaan terbuka dan tertutup, serta didukung observasi lapangan.
Sebanyak 600 responden dari enam kecamatan dilibatkan. Mereka berasal dari latar belakang usia, pendidikan, pekerjaan, dan lama tinggal di Kota Serang yang beragam.
Penentuan sampel mengacu pada jumlah penduduk Kota Serang pada 2025 sebanyak 745.557 jiwa, dengan derajat kesalahan sebesar 4 persen.
Kajian ini mengukur 18 indikator layanan infrastruktur. Cakupannya antara lain jalan kota dan jalan lingkungan, drainase, jembatan, persampahan, air bersih, irigasi, penerangan jalan umum, telekomunikasi dan internet, serta ruang terbuka hijau.
Indikator lainnya meliputi kelengkapan dan keselamatan jalan, Bank Sampah, IPAL komunal atau tangki septik bersama, serta fasilitas pelayanan kelurahan, kecamatan, dan puskesmas.
Capaian IKLI yang melampaui target RPJMD menjadi modal bagi Pemkot Serang untuk mempertahankan kinerja yang sudah baik. Di sisi lain, hasil pengukuran tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik harus terus dilakukan, terutama pada sektor yang masih membutuhkan pembenahan. (Oyo/Danu)





