kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
NasionalNewsPemerintahanPolitikViral

JK Sentil Kepala Daerah yang Cuma Tunggu Transfer Pusat, Tito-Purbaya Kompak Dorong Kemandirian Fiskal

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Bagikan

Kobarnews. id, JAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyentil kepala daerah yang hanya mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, kepala daerah harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi dengan menggali potensi wilayah agar daerah memiliki sumber pendapatan sendiri.

“Kepala daerah jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan transfer dari pemerintah pusat. Seorang pemimpin daerah harus punya visi membangun ekonomi daerahnya,” tegas JK.

JK menilai, keberhasilan pemerintah daerah tidak semata diukur dari besarnya dana yang dikucurkan pemerintah pusat. Yang lebih penting adalah kemampuan pemimpin daerah menciptakan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, mengembangkan industri, memperkuat sektor pertanian, pariwisata, hingga mendorong UMKM naik kelas.

“Kalau daerah hanya menunggu transfer pusat, maka ruang pembangunan akan semakin terbatas. Pemerintah daerah harus mampu menciptakan sumber ekonomi baru,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Pernyataan JK menjadi sorotan di tengah masih tingginya ketergantungan banyak pemerintah daerah terhadap dana transfer pusat. Di sisi lain, ruang fiskal daerah terus tertekan akibat dominasi belanja rutin, terutama belanja pegawai dan operasional pemerintahan.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Senada dengan JK, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga berkali-kali mengingatkan pemerintah daerah agar memperkuat kemandirian fiskal. Menurut Tito, otonomi daerah bukan sekadar kewenangan mengelola APBD, melainkan juga kemampuan menciptakan sumber pendapatan dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Pemerintah daerah harus kreatif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melakukan efisiensi anggaran, dan memastikan belanja daerah memberikan dampak langsung terhadap masyarakat,” ujar Tito.

Ia menegaskan, pola belanja daerah harus berubah. APBD tidak boleh habis untuk membiayai birokrasi, tetapi harus menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal
Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Menurut Tito, daerah yang memiliki strategi pembangunan ekonomi yang jelas akan lebih siap menghadapi dinamika kebijakan fiskal nasional.

- Advertisement -
Ad image

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah pusat tetap berkomitmen membantu daerah yang menghadapi tekanan fiskal. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola anggaran di daerah.

“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan daerah. Tetapi daerah juga harus memperkuat kemampuan fiskalnya, meningkatkan kualitas belanja, dan membangun sektor ekonomi yang menjadi kekuatan wilayah masing-masing,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, transfer ke daerah bukan satu-satunya instrumen pembangunan. Pemerintah daerah didorong memperluas basis ekonomi, mengoptimalkan aset daerah, menarik investasi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan pusat.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Purbaya, hubungan pemerintah pusat dan daerah harus dibangun dalam semangat kolaborasi. Pemerintah pusat memberikan dukungan kebijakan dan fiskal, sementara pemerintah daerah dituntut menghadirkan inovasi agar mampu tumbuh secara mandiri.

Pesan JK, Tito, dan Purbaya mengerucut pada satu hal: kepala daerah tidak cukup hanya piawai mengelola administrasi pemerintahan. Mereka juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi yang menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Baca Juga:

Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah
Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Daerah yang berhasil mengembangkan potensi lokal, menarik investasi, memperkuat UMKM, dan meningkatkan PAD akan memiliki ketahanan fiskal yang lebih kuat. Sebaliknya, daerah yang terus bergantung pada transfer pusat berisiko menghadapi ruang pembangunan yang semakin sempit ketika kebijakan fiskal nasional berubah.(Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kemarau Mulai Mengancam Pertanian Lebak, Ratusan Hektare Sawah Alami Kekeringan
Selanjutnya Wagub Banten Buka Diklat Paskibraka, Ingatkan Disiplin dan Prestasi Akademik Harus Sejalan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com