Kobarnews.id, LEBAK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak memastikan kegiatan job fair atau bursa kerja pada 2026 ditiadakan. Keputusan tersebut diambil karena belum ada perusahaan yang siap membuka lowongan pekerjaan melalui kegiatan tersebut.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Chaerullyanto, mengatakan belum adanya kesiapan perusahaan menjadi alasan utama tidak digelarnya bursa kerja tahun ini.
“Untuk tahun ini tidak ada kegiatan job fair. Perusahaannya belum siap mengadakan job fair tahun sekarang,” kata Rully kepada wartawan.
Rully menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan job fair pada 2025. Saat itu, sejumlah perusahaan di Kabupaten Lebak masih berpartisipasi dengan membuka lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja.
Menurutnya, Disnaker Lebak sebenarnya memiliki jaringan perusahaan yang cukup luas untuk dilibatkan dalam kegiatan bursa kerja. Namun, perusahaan-perusahaan tersebut belum siap melakukan rekrutmen tenaga kerja baru pada tahun ini.
“Kenalan kita banyak di perusahaan, tapi memang belum ada. Perusahaannya belum siap,” ujarnya.
Di sisi lain, jumlah pencari kerja di Kabupaten Lebak tercatat mengalami peningkatan. Berdasarkan data Disnaker Lebak, sebanyak 7.715 orang terdaftar sebagai pencari kerja sepanjang 2025 melalui penerbitan Kartu Pencari Kerja (AK-1).
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024, yang mencatat sebanyak 7.258 pencari kerja.
Dari total pencari kerja pada 2025, lulusan SMA mendominasi dengan jumlah 3.297 orang. Disusul lulusan SMK sebanyak 3.190 orang. Sementara sisanya berasal dari lulusan SMP, SD, diploma, hingga sarjana.
Berdasarkan jenis kelamin, pencari kerja laki-laki mendominasi dengan persentase sekitar 56 persen. Adapun pencari kerja perempuan tercatat sebanyak 44 persen.
Dengan ditiadakannya job fair pada 2026, para pencari kerja di Kabupaten Lebak belum dapat memanfaatkan bursa kerja yang biasanya menjadi salah satu sarana untuk memperoleh informasi lowongan dan bertemu langsung dengan perusahaan pencari tenaga kerja. (Red/Hikmat)





