kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahKesehatanNewsViral

Keluarga Pasien Membludak, Depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Semrawut di Malam Hari

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Terlihat di depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung semrawut di malam hari.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Pemandangan di depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada malam hari tampak semrawut. Bukan hanya pedagang yang memenuhi kawasan tersebut, keluarga pasien juga terlihat berkerumun hingga larut malam.

Kondisi itu terlihat dari pantauan pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 21.26 WIB. Sejumlah keluarga pasien tampak duduk dan berkumpul di area depan rumah sakit.

Keterbatasan ruang tunggu disebut menjadi salah satu alasan keluarga pasien memilih berada di luar gedung. Akibatnya, kawasan yang menjadi salah satu wajah pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut terlihat semakin padat dan terkesan kumuh.

Persoalan ruang tunggu keluarga pasien pun menjadi sorotan. Sebagian keluarga disebut tidak tertampung di ruang tunggu yang tersedia.

- Advertisement -
Ad image

Mereka akhirnya menghabiskan waktu di luar ruangan. Terutama keluarga pasien yang bukan penunggu utama maupun mereka yang merasa jenuh berada di dalam rumah sakit.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Ironisnya, sejumlah lokasi yang sebelumnya diketahui digunakan sebagai ruang tunggu keluarga pasien kini telah berubah fungsi menjadi kios atau tempat usaha.

Salah satunya area yang kini digunakan sebagai gerai Roti O. Keberadaan gerai tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status pemanfaatan ruang yang sebelumnya disebut pernah menjadi tempat keluarga pasien menunggu.

Termasuk, bagaimana mekanisme pemanfaatan maupun sewanya.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Penunggu Dibatasi Satu Orang

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan pihaknya menerapkan pembatasan jumlah penunggu pasien sebagai bagian dari pengaturan pelayanan.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Firman, setiap pasien hanya diperbolehkan ditunggu satu orang keluarga. Penunggu ditandai dengan penggunaan kartu identitas atau ID card.

Ruang tunggu keluarga pasien kini dijadikan ruko roti O dan kantin.

Sementara anggota keluarga lainnya dianjurkan pulang agar tidak terjadi penumpukan di lingkungan rumah sakit.

“Penunggu pasien satu orang per pasien ditandai dengan ID card. Selebihnya dianjurkan untuk pulang. Kalau ada, lokasinya disiapkan di samping IGD,” ujar Firman kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Dia mengakui jumlah keluarga pasien yang datang ke rumah sakit cukup banyak. Kondisi tersebut membuat kawasan sekitar rumah sakit, terutama pada malam hari, terlihat semakin ramai.

Namun, Firman menegaskan RSUD Adjidarmo sebagai rumah sakit pemerintah tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Rumah sakit, kata dia, tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Apalagi RS pemerintah, tidak boleh menolak pasien,” tegasnya.

Soal Roti O, Direktur: Saya Baru Tiga Bulan

Terkait sejumlah kios yang disebut sebelumnya merupakan ruang tunggu keluarga pasien, Firman mengaku belum mengetahui secara keseluruhan sejarah pemanfaatan lokasi tersebut.

Maklum, dia mengaku baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Adjidarmo.

“Saya baru tiga bulan dan masih Plt. Kalau tidak salah yang jadi Roti O saja. Kalau yang sebelahnya sudah ada bersamaan dengan tempat tunggu pasien, kalau tidak salah itu juga dari masa terdahulu,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen RSUD Adjidarmo. Sebab, persoalan ruang tunggu bukan hanya menyangkut kenyamanan pasien dan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan penataan lingkungan rumah sakit.

Jika keluarga pasien dibatasi hanya satu orang di dalam rumah sakit, penyediaan lokasi alternatif yang layak bagi anggota keluarga lainnya menjadi hal yang tak kalah penting.

Terlebih, tidak sedikit keluarga pasien yang datang dari wilayah jauh dan harus menunggu perkembangan kondisi anggota keluarganya.

Ruang tunggu yang representatif dinilai dapat menjadi solusi agar keluarga pasien tidak menjadikan trotoar, area depan rumah sakit maupun ruang terbuka lainnya sebagai tempat berkumpul pada malam hari.

Manajemen RSUD Adjidarmo pun perlu mengevaluasi kembali tata kelola ruang, termasuk pemanfaatan sejumlah area yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang tunggu.

Dengan begitu, pelayanan kesehatan tetap berjalan, sementara kenyamanan keluarga pasien, kebersihan dan ketertiban lingkungan rumah sakit juga tetap terjaga. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Polda Banten-Basarnas Lakukan Pencarian
Selanjutnya Sawarna Jadi Pilot Project Digital Tourism Lebak, 1,1 Juta Wisatawan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com