kobarnews.id
Senin, 2 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahKesehatanNewsViral

Keluarga Pasien Membludak, Depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Semrawut di Malam Hari

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Terlihat di depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung semrawut di malam hari.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Pemandangan di depan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada malam hari tampak semrawut. Bukan hanya pedagang yang memenuhi kawasan tersebut, keluarga pasien juga terlihat berkerumun hingga larut malam.

Kondisi itu terlihat dari pantauan pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 21.26 WIB. Sejumlah keluarga pasien tampak duduk dan berkumpul di area depan rumah sakit.

Keterbatasan ruang tunggu disebut menjadi salah satu alasan keluarga pasien memilih berada di luar gedung. Akibatnya, kawasan yang menjadi salah satu wajah pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut terlihat semakin padat dan terkesan kumuh.

Persoalan ruang tunggu keluarga pasien pun menjadi sorotan. Sebagian keluarga disebut tidak tertampung di ruang tunggu yang tersedia.

- Advertisement -
Ad image

Mereka akhirnya menghabiskan waktu di luar ruangan. Terutama keluarga pasien yang bukan penunggu utama maupun mereka yang merasa jenuh berada di dalam rumah sakit.

Baca Juga:

DPC PPP Kabupaten Serang Dukung Mardiono, Siap Satu Komando Jelang Pemilu 2029
Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda
Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga
Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD

Ironisnya, sejumlah lokasi yang sebelumnya diketahui digunakan sebagai ruang tunggu keluarga pasien kini telah berubah fungsi menjadi kios atau tempat usaha.

Salah satunya area yang kini digunakan sebagai gerai Roti O. Keberadaan gerai tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status pemanfaatan ruang yang sebelumnya disebut pernah menjadi tempat keluarga pasien menunggu.

Termasuk, bagaimana mekanisme pemanfaatan maupun sewanya.

Baca Juga:

Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia
Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup
Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api
Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029

Penunggu Dibatasi Satu Orang

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan pihaknya menerapkan pembatasan jumlah penunggu pasien sebagai bagian dari pengaturan pelayanan.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Firman, setiap pasien hanya diperbolehkan ditunggu satu orang keluarga. Penunggu ditandai dengan penggunaan kartu identitas atau ID card.

Ruang tunggu keluarga pasien kini dijadikan ruko roti O dan kantin.

Sementara anggota keluarga lainnya dianjurkan pulang agar tidak terjadi penumpukan di lingkungan rumah sakit.

“Penunggu pasien satu orang per pasien ditandai dengan ID card. Selebihnya dianjurkan untuk pulang. Kalau ada, lokasinya disiapkan di samping IGD,” ujar Firman kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Dia mengakui jumlah keluarga pasien yang datang ke rumah sakit cukup banyak. Kondisi tersebut membuat kawasan sekitar rumah sakit, terutama pada malam hari, terlihat semakin ramai.

Namun, Firman menegaskan RSUD Adjidarmo sebagai rumah sakit pemerintah tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:

KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan
Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten
Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD
Dua UMKM Lebak Tembus 16 Besar Jawara Banten, Bidik Tiket 10 Besar!

Rumah sakit, kata dia, tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Apalagi RS pemerintah, tidak boleh menolak pasien,” tegasnya.

Soal Roti O, Direktur: Saya Baru Tiga Bulan

Terkait sejumlah kios yang disebut sebelumnya merupakan ruang tunggu keluarga pasien, Firman mengaku belum mengetahui secara keseluruhan sejarah pemanfaatan lokasi tersebut.

Maklum, dia mengaku baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Adjidarmo.

“Saya baru tiga bulan dan masih Plt. Kalau tidak salah yang jadi Roti O saja. Kalau yang sebelahnya sudah ada bersamaan dengan tempat tunggu pasien, kalau tidak salah itu juga dari masa terdahulu,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen RSUD Adjidarmo. Sebab, persoalan ruang tunggu bukan hanya menyangkut kenyamanan pasien dan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan penataan lingkungan rumah sakit.

Jika keluarga pasien dibatasi hanya satu orang di dalam rumah sakit, penyediaan lokasi alternatif yang layak bagi anggota keluarga lainnya menjadi hal yang tak kalah penting.

Terlebih, tidak sedikit keluarga pasien yang datang dari wilayah jauh dan harus menunggu perkembangan kondisi anggota keluarganya.

Ruang tunggu yang representatif dinilai dapat menjadi solusi agar keluarga pasien tidak menjadikan trotoar, area depan rumah sakit maupun ruang terbuka lainnya sebagai tempat berkumpul pada malam hari.

Manajemen RSUD Adjidarmo pun perlu mengevaluasi kembali tata kelola ruang, termasuk pemanfaatan sejumlah area yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang tunggu.

Dengan begitu, pelayanan kesehatan tetap berjalan, sementara kenyamanan keluarga pasien, kebersihan dan ketertiban lingkungan rumah sakit juga tetap terjaga. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Polda Banten-Basarnas Lakukan Pencarian
Selanjutnya Sawarna Jadi Pilot Project Digital Tourism Lebak, 1,1 Juta Wisatawan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Festival Kaibon Kota Serang 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Seni Budaya hingga UMKM Lokal

Ratusan Pemotor Jelajahi Wisata Alam Banten, Rayakan HUT ke-26

Fasilitas Lengkap, Curug Goong Mandalawangi Tawarkan Glamping dan Camping Ground Komunal

Pengurus PKB Pandeglang Dikukuhkan, Nawawi Desak Anggaran Pesantren dan Madrasah Ditambah

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Muhaimin Iskandar Minta Kader Mulai Bergerak Menangkan Pemilu 2029

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

458 Mahasiswa USBR Diwisuda, Rektor: Kampus Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lebak

Daerah Infrastruktur

Pembangunan 5 Rutilahu Program TMMD ke-130 Kodim Lebak Capai 80 Persen

Daerah Hukum

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar 3 Titik

Daerah Hukum

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polisi Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Lebak

Daerah Inspirasi

Sepekan Digembleng, KUMALA Siapkan Kader Jadi Pemimpin Masa Depan

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com