Oleh: Dian Wahyudi
Wartawan Kobarnews.id
Kobarnews.id, LEBAK – Nama Moch. Nabil Jayabaya perlahan mencuri perhatian di panggung politik Banten. Putra kelima Mulyadi Jayabaya, mantan Bupati Lebak dua periode, itu menempuh jalan yang berbeda sebelum akhirnya masuk ke politik praktis.
Alih-alih langsung tampil di panggung politik, Nabil lebih dulu membangun rekam jejak melalui dunia usaha dan organisasi profesi. Kiprahnya sebagai pengusaha dan organisator membuat jejaringnya berkembang, tak hanya di Lebak, tetapi juga hingga tingkat nasional.
Putra Jayabaya, Pilih Jalur Berbeda
Lahir dan besar di Lebak, Nabil tumbuh di tengah keluarga yang lekat dengan dunia politik dan pemerintahan daerah.
Mulyadi Jayabaya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan politik dan pembangunan Lebak. Namun, Nabil tak sekadar mengandalkan nama besar keluarga.
Ia memilih membangun pengalaman sendiri melalui dunia usaha, organisasi, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Lingkungan keluarga membuat Nabil terbiasa berinteraksi dengan banyak kalangan, mulai dari masyarakat, pengusaha, tokoh politik, hingga pemangku kepentingan di daerah.
Dari Pengusaha ke Organisasi Nasional
Sebelum masuk politik, Nabil dikenal sebagai pengusaha asal Lebak yang bergerak di sejumlah bidang, termasuk konstruksi dan jasa.
Dari dunia usaha itu, ia bersentuhan langsung dengan persoalan investasi, birokrasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan usaha lokal.
Kiprahnya kemudian berlanjut di organisasi profesi. Nabil dipercaya menjabat Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI).
Jabatan tersebut memperluas pergaulannya dengan pelaku usaha konstruksi dari berbagai daerah sekaligus membuka akses ke jejaring nasional.
Pengalaman itu menjadi modal tersendiri ketika Nabil mulai memasuki ruang politik.
Dari Lingkaran PDI Perjuangan ke Demokrat
Nama Nabil dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, olahraga, dan agenda politik di Banten.
Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan, sejalan dengan sejarah politik keluarganya.
Namun, Agustus 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya. Nabil resmi bergabung dengan Partai Demokrat.
Perpindahan arah politik tersebut menandai babak baru. Nabil kini tak hanya membawa nama keluarga Jayabaya, tetapi juga mencoba membangun identitas politiknya sendiri.
Mulai Diperhitungkan
Di Lebak, Nabil cukup aktif membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Pengalaman sebagai pengusaha membuatnya bersentuhan dengan persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari perizinan, investasi, pembiayaan hingga kebutuhan infrastruktur.
Di sisi lain, aktivitas organisasi dan sosial membuat jejaringnya tidak terbatas pada kalangan pengusaha.
Kombinasi tersebut membuat Nabil mulai disebut-sebut sebagai salah satu figur muda potensial di Banten. Namanya berpotensi masuk dalam berbagai bursa politik, baik untuk posisi legislatif maupun eksekutif di masa mendatang.
Jembatani Pengusaha dan Politik
Langkah Nabil menarik karena politik bukan menjadi pintu pertama yang ia pilih.
Ia terlebih dahulu menghabiskan waktu membangun pengalaman di dunia usaha dan organisasi profesi. Dari sana, ia mendapatkan pengalaman sekaligus jaringan yang kemudian dapat menjadi bekal memasuki dunia politik.
Dengan latar tersebut, Nabil memiliki ruang untuk menjembatani kepentingan pelaku usaha, generasi muda, organisasi masyarakat, dan agenda pembangunan daerah.
Tantangannya kini adalah membuktikan bahwa modal sosial dan jaringan yang dimilikinya dapat diterjemahkan menjadi kerja politik yang konkret.
Lebak Jadi Titik Berangkat
Meski jejaringnya sudah berkembang hingga tingkat nasional, Lebak tetap menjadi titik penting perjalanan Nabil.
Daerah dengan potensi pertanian, pariwisata, industri, serta kekayaan budaya tersebut menjadi ruang yang membentuk pengalaman dan orientasinya.
Isu investasi, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga keterlibatan anak muda menjadi sejumlah agenda yang melekat dalam pandangannya mengenai pembangunan daerah.
Menulis Jalan Sendiri
Kini, Moch. Nabil Jayabaya berada di fase baru.
Di satu sisi, ia membawa nama besar keluarga Jayabaya. Di sisi lain, ia memiliki pengalaman sebagai pengusaha, organisator nasional, serta jejaring sosial yang dibangun selama bertahun-tahun.
Belum ada yang bisa memastikan sejauh mana langkah politiknya akan berujung. Apakah menjadi legislator, maju dalam kontestasi eksekutif, atau tetap memainkan peran melalui dunia usaha dan organisasi.
Yang jelas, Nabil mulai menulis jalannya sendiri.
Bukan sekadar sebagai putra Mulyadi Jayabaya, tetapi sebagai figur muda Banten yang mencoba memadukan warisan keluarga, pengalaman usaha, jejaring organisasi, dan pilihan politik baru.
Di tengah dinamika politik Banten yang terus bergerak, langkah sunyi itu kini mulai terdengar. (*)




