Kobarnews.id, LEBAK – Turnamen sepak bola Mudir Cup resmi dibuka di Pondok Pesantren Modern Manahijussadat, Serdang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (15/8/2026).
Ajang ini menjadi salah satu kegiatan pembuka rangkaian peringatan Milad ke-30 Pondok Pesantren Modern Manahijussadat. Sebanyak 11 tim yang berasal dari berbagai angkatan alumni ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Tak sekadar memperebutkan kemenangan, Mudir Cup juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ikatan antara para alumni dengan almamater.
Pembukaan yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB itu dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Dr. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd., Direktur TMI Ustaz H. Hasan Asyari, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Milad Ustaz Yudi Nurhadi, S.Ag., jajaran dewan guru, alumni, serta para santri.
Dalam sambutannya, KH. Sulaiman Effendi mengatakan, pendidikan pesantren tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan potensi santri. Lebih dari itu, para santri dipersiapkan agar mampu berkiprah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, Manahijussadat kini telah memiliki sekitar 1.500 alumni yang tersebar di berbagai daerah, baik di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa.
“Tujuan pendidikan di pesantren selain menggali potensi santri adalah agar para santri, terutama para alumninya, bisa berkiprah di masyarakat,” ujar KH. Sulaiman Effendi.
Dia menegaskan, Mudir Cup bukan hanya pertandingan sepak bola. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah memperkuat persaudaraan alumni sekaligus memberi inspirasi kepada para santri.
“Di atas lapangan hijau yang sederhana ini telah melahirkan pesepak bola profesional, yaitu Januar Eka Ramadhan, mantan penyerang Persebaya Surabaya, dan Farrel Rezon Ali Kamal. Ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih prestasi,” katanya.
KH. Sulaiman menambahkan, pihak pesantren terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan bakat santri, termasuk di bidang olahraga.
“Tahun ini insyaallah pondok akan menambah sarana olahraga berupa lapangan futsal dan lapangan voli sehingga para santri bisa mengembangkan bakat di bidang olahraga,” terangnya.
Dia berharap keberadaan Mudir Cup dapat memacu semangat para santri untuk berlatih, mengembangkan kemampuan, dan berani mengejar prestasi.
“Melalui kegiatan Mudir Cup ini, mudah-mudahan para santri bisa termotivasi dengan melihat tim sepak bola dari para alumni,” tuturnya.
Usai memberikan sambutan, KH. Sulaiman Effendi secara resmi membuka turnamen.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Mudir Cup resmi dibuka,” ucapnya, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan santri.
Pembukaan kemudian ditandai dengan penandatanganan bola oleh KH. Sulaiman Effendi, Ustaz Hasan Asyari, dan Ustaz Yudi Nurhadi. Bola tersebut selanjutnya ditendang sebagai tanda dimulainya pertandingan.
Mudir Cup sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Milad ke-30 Pondok Pesantren Modern Manahijussadat.
Kegiatan tersebut diharapkan bukan sekadar menjadi ajang memeriahkan milad, tetapi juga memperkuat silaturahmi, menjunjung sportivitas, serta menumbuhkan rasa memiliki para alumni terhadap almamater. (Dian)




